MATERI SAKA BAKTI HUSADA


Materi Saka Bakti Husada 2

SKK Penanggulangan Penyakit Anjing Gila
Penyebab dan perantara penularan.
Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus, yaitu virus rabies yang menyebabkan gangguan pada susunan saraf pusat (SSP).
Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah anjing dan binatang-binatang liar seperti kera, kelelawar dsb.
Manifestasi penyakit
Sesudah masa tunas / inkubasi selama 10 hari sampai dengan 7 bulan, orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dengan gejala-gejala sebagai berikut :
• Diawali dengan demam ringan atau sedang, sakit kepala, tak nafsu makan, lemah, mual, muntah dan perasaan yang abnormal pada daerah sekitar gigitan (anjing/binatang liar tsb).
• Gejala di atas kemudian dengan cepat diikuti hiperestesi dan hipereksitasi mental serta neuromuskular, diikuti dengan kaku kuduk dan kejang-kejang otot-otot yang berfungsi dalam proses menelan dan pernafasan. Sedikit rangsangan berupa cahaya, suara, bau ataupun sedikit cairan dapat menimbulkan reflex kejang-kejang tersebut.
• Keadaan tersebut selanjutnya berkembang menjadi kekejangan umum dan kematianpun umumnya terjadi pada tahap ini.
Pengobatan. Pengobatan dilakukan dengan memberikan imunisasi pasif dengan serum anti rabies, dan pengobatan yang bersifat suportif dan simtomatik. Luka gigitan dirawat dengan tehnik tertentu dengan tujuan menghilangkan dan menonaktifkan virus. Immunisasi aktif dengan vaksin anti rabies sebelum tanda-tanda dan gejala muncul sekaligus merupakan usaha pencegahan bila ada kecurigaan binatang yang menggigit mengidap rabies.
Pencegahan. Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan anjing atau binatang-binatang liar. Bila sudah terjadi maka binatang tersebut harus diobservasi oleh dokter hewan untuk kemungkinan rabies. Bila binatang tersebut menunjukkan tanda-tanda rabies atau bahkan mati dalam waktu 10 hari maka harus dilakukan pemeriksaan laboratorik terhadap otak binatang tersebut untuk memastikan diagnosa.

SKK Penanggulangan Penyakit Malaria
Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera, dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang atau panas disertai demam berkepanjangan.
Penyakit malaria memiliki empat jenis dan masing-masing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda. Gejala tiap-tiap jenis biasanya berupa meriang, panas dingin menggigil dan keringat dingin. Jenis malaria paling ringan adalah malaria tetiana yang disebabkan oleh plasmodium vivax, dengan gejala demam dapat terjadi setiap 2 hari sekali setelah gejala permata terjadi.
v Penanganan
Sejak tahun 1638 malaria telah diatasi dengan getah dari batang pohon cinchona yang sering dikenal dengan nama kina, yang sebenarnya beracun dan menekan pertumbuhan protozoa dalam jaringan darah. Pada tahun 1930 ahli obat-obatan Jerman berhasil menemukan quinine dan kadar racunnya lebih rendah.
Saat ini para ahli masih tengah berusaha untuk menemukan vaksin untuk malaria. Beberapa vaksin yang dinilai memenuhi syarat kini tengah diuji coba klinis guna keamanan, sementara ahli lainnya tengah berupaya untuk menemukan vaksin untuk penggunaan umum. Penyelidikan tengah dilakukan untuk menemukan sejumlah obat dengan bahan dasar antemisin, yang digunakan oleh ahli-ahli obat-obatan cina untuk menyembuhkan demam.
Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya, malaria disebabkan oleh parasit malaria atau protozoa genus plasmodium bentuk aseksual yang masuk ke dalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamuk malaria atau anopeles betina (WHO 1981) ditandai dengan demam, maka nampak pucat dan pembesaran organ tubuh manusia. Proses penyebarannya adalah dimulai nyamuk malaria yang mengandung parasit malaria, menggigit manusia sampai pecahnya sizon darah atau timbulnya gejala demam. Proses penyebaran ini akan berbeda dari setiap jenis penyakit malaria yaitu antara 9 sampai 40 hari.
Siklus parasit malaria yaitu setelah nyamuk anopheles yang mengandung parasit malaria menggigit manusia, maka keluar sporozoit dari kelenjang ludah nyamuk masuk ke dalam darah dan jaringan hati.
v Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan laboratorium adalah parasitologi, darah tepi lengkap, uji fungsi hati, uji fungsi ginjal, dan lain-lain untuk mendukung atau menyingkirkan diagnosis atau komplikasi lain, misalnya antara lain ponksi lumbal. Foto thoraks, dan lain-lain.
Penatalaksanaan malaria berat secara garis besar mempunyai tiga komponen penting, yaitu:
• Terapi spesifik dnegan kemoterapi anti malaria
• Terapi supportif(termasuk perawatan umum dan pengobatan simptomatik)
• Pengobatan terhadap komplikasi
Pada setiap penderita malaria berat, maka tindakan yang dilakukan di Puskesmas sebelum dirujuk adalah:
Ø Tindakan umum
Ø Pengobatan simptomatik
Ø Pemberian anti malaria pra rujukan
Keterangan:
Ø Tindakan umum
Persiapan penderita malaria berat untuk dirujuk ke rumah sakit atau fasilitsa yang lebih tinggi, dengan cara:jaga jalan nafas dan mulut untuk menghindari terjadinya asfiksia, bila diperlukan beri oksigen(O2). Perbaiki keadaan umum penderita (beri ciran dan perawataan umum)
Monitoring tanda-tanda vital antara lain yaitu keadaan umum, kesadaran, pernafasan, tekanan darah, suhu, dan nadi setiap 30 menit (selalu dicatat untuk mengetahui perkembangannya). Untuk konfirmasi diagnosis, lakukan pemeriksaan SD tebal. Penilaian sesuai criteria diagostik mikroskopik.
Bila hipotensi, tidurkan dalam posisi Trendenienburg dan diawasi terus tensi, warn kulit dn suhu, laporkan ke dokter segera. Langsung dirujuk ke rumah sakit bila kondisi memburuk.
v Pengobatan Simptomatik
Pemberian antipirentik untuk mencegah hiperfermia: parasemal 15 mg/mgBB/x, beri setiap 4 jam dddan lakukan juga kompres hangat. Bila kejang beri anti konvulsan: Dewasa:Diazepam 5-10 mg IV (secara perlahan, jangan lebih dari 5 mh permenit) ulang 15 menit kemudian bila masih kejang. Jangan diberikan lebih dari 100 mg/24 jam.
Bila tidak tersedia Diazepam, sebagai alternative dapat dipakai Phenobarbital 100 mg IM/X (dewasa) diberikan dua kali sehari.
v Pemberian obat anti malaria spesifik
Kina intra vena(injeksi) masih erupakan obat pilihan(drug of choice) untuk malaria berat, kemasan garam kina HCL 25% injeksi, 1 ampul berisi 500 mg/2ml.Pemberian anti malaria pra rujukan (di Puskesmas): apabila tidak memungkinkan pemberian kina pendrip maka dapat diberikan dosis I kirin antipirin 10 mg per kg BB IM (dosis tunggal).
Hal-hal yang perlu dimonitar: Tensi, nadi, suhu dan pernafasan setiap 30 menit, pemeriksaan derajat kesadaran dnegan modifikasi glargow cona scale (GCS) setiap 6 jam.
v Penatalaksanaan Komplikasi
1. Malaria cerebral
2. Anemia berat
3. Hypoglikemia (gula darah kurang dari 40 mg %)
4. Kolaps sirkulasi, syok hipovolume, hipotensi, filgid malaria dan septikaemie
5. Gagal ginjal akut( acute renal failure/ARF)
6. Pendarahan dan gangguan pembekuan darah(coagulopathy)
7. Edema paru
8. Jaundice
9. Asidosis
10. Black water fever
11. Hiperparasitemia
v Pencegahan malaria secara perorangan
Dipakai oleh masing-masing individu yang memerlukan pencegahan terhadap penyakit malaria.
Obat yang dipakai adalah klorokuin
Cara pengobatannya adalah:
Cara penelatang sementara:
• Klorokuin diminum satu (1) minggu sebelum tiba di daerah malaria, selama berada di daerah malaria dan dilanjutkan selama 4 (empat) minggu setelah meninggalkan daerah malaria.
• Bagi penduduk setempat dan pendatang yang akan menetap:
Pemakaian klorokuin seminggu sekali sampai lebih dari 6 (enam) tahun dapat dilakukan tanpa efek samping. Bila transaksi di daerah tersebut hebat sekali atau selama musim penularan, obat diminum 2 kali seminggu, penggunaan 2 kali seminggu dianjurkn hanya untuk tiga
v Gejala malaria
1. Gejala klasik: menggigil (selama 15-60 menit), demam (slm 2-6 jam), dan berkeringat (slma 2-4 jam).
2. Gejala malaria dalam program pemberantasan malaria: demam, menggigil, berkeringat, dapat disertai gejala lain: sakit kepala, mual, dan muntah.
3. Gejala malaria berat: nafas sesak, warna urine seperti teh tua, jumlah kencing kurang, mata kuning dan tubuh kuning, kejang, gangguan kesadaran, panas tinggi diikuti gangguan kesadaran, pendarahan di hidung, gusi atau saluran pencernaan

SKK Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah
Demam berdarah atau Demam Berdarah Dengue adalah penyakit febrit akut yang ditemukan di daerah tropis dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotype virus dari genus flavivirus. Famili flaviviridae. Setiap serotype cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi silang dan wabah yang disebabkan beberapa setoripe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebabkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes Aegypty.
– Tanda dan gejala
Penyakit ini ditunjukkan melalui demam secara tiba-tiba disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam-ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya muncul dulu pada bagian bawah badan. Pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit diperut, rasa mual, muntah-muntah atau diare pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/ penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.
Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.
Sesudah masa tunas atau inkubasi selama 3-15 hari orang yang tertular dapat mengalami atau menderita penyakit ini dalam salah satu dari empat bentuk berikut ini:
1. Bentuk abortif penderita tidak merasakan suatu gejala apapun
2. Dengue klasik penderita mengalami demam tinggi selama 4 sampai 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
3. Dengue haenorrhagic fever (demam berdarah dengue/ DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (mimisan atau epistaksis), mulut dubur dan sebagainya.
4. Dengue syok sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok atau presyok. Bentuk ini sering disebut atau berujung pada kematian.
Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap penderita yang diduga menderita penyakit demam berdarah dalam tingkat yang manapun, harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok atau kematian.
Penyakit demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi perdarahan, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom syok dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.
– Diagnosis
Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, ruam petekial dengan trombositopenia dan leukopenia relative.
Seorologi dan reaksi berantai polymerase tersedia untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis. Mengdiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi resiko kematian daripada menunggu akut.
– Epidemiologi
Wabah pertama terjadi pada tahun 1780 -an secara bersamaan di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada 1779 wabah besar global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama diantaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.
– Pencegahan I
Bagian terpenting dari pencegahan adalah kebersihan. Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah. Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vector nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali dan membuang hal-hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypty.
– Pengobatan
Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfuse platelet dilakukan jika jumlah platelet menurut drastic.
Pengobatan alternative yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji Bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena. Meskipun demikian kombinasi antara manajemen yang dilakukan secara medik dan akternatif harus tetap dipertimbangkan.
– Penyebab
Penyakit demam dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan den 4. virus tersebut termasuk dalam group B arthropodborne viruses (arboviruses). Keempat type virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia antara lain Jakarta dan Yogyakarta. Virus yang banytak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan type satu dan tiga.
– Pencegahan II
Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya. Yaitu nyamuk Aedes Aegypty. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat yaitu:
1. Lingkungan
Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan pemberantasan sarang nyamuk, pengolahan sampah padat, modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.
2. Biologis
Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri
3. Kimiawi
caranya antara lain dengan
§ Pengasapan/ fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion) berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai baas waktu tertentu
§ Memberikan bubuk abate (temephus) pada tempat- tempat penampungan air seperti gentong air vas bunga, kolam dan lain-lain.
– Penularan
Penularan demam berdarah dengue terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty /Aedes Albopictus betina yang sebelumnya telah membawa virus dalam tubuh penderita lain. Nyamuk Aedes Aegypty sering menggigit pada waktu pagi dan siang. Orang yang beresiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia dibawa 15 tahun dan sebagian besar tinggal di lingkungan lembab. Serta daerah pinggiran kumuh. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sering terjadi di daerah tropis. Dan muncul pada musim penghujan. Virus ini kemungkinan muncul akibat pengaruh musim atau alam serta perilaku manusia.
– Masa inkubasi
Masa inkubasi terjadi selama 4 sampai 6 hari

A. SKK Penanggulangan Penyakit HIV/AIDSSELAYANG PANDANG TENTANG PENYAKIT AIDS
Aids ( Acquemend Immune Deficiency Syndrome ) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus ARN (Asam Ribonukleat) yang disebut HIV ( Humman Immunudeficiency Virus ). Dalam kurun waktu penemuannya, AIDS menjadi epidemic yang menyebabkan kematian didunia sampai 3, 1 juta berdasarkan data tahun 2004.
Menurut ilmuan, HIV secara intensif, Virus itu terdapat pada cairan tubuh seperti darah dan cairan kelamin. Seseorang tidak dapat tertular penyakit HIV hanya karena kontak biasa, seperti berciuman, berpelukan atau berjabatangan. Virus HIV dapat menbyerang para pengguna obat-obatan dan menggunakan jarum dan semprotan yang terkontaminasi oleh virus tersebut. Seorang ibu penderita HIV yang sedang hamil atau menyusui dapat menularkan dan menurunkan virus tersebut ke bayinya. Sebagian penularan HIV terjadi melalui kontak seksual. Sebelum tes HIV dikembangkan, penularan virus itu sering kali terjadi melalui transfuse darah.
A. GEJALA-GEJALA AIDS
AIDS memiliki gejala-gejala penyakit yang di sebabkan oleh infeksi berbagai macam kuman sebagai akibat dari rusaknya kekebalan tubuh. Rusaknya kekebalan tubuh disebabkan HIV menyerang sel darah putih tertentu yang biasanya melindungi tubuh dari infeksi dan melemahnya system kekebalan tubuh. Seseorang pengidap HIV tidak dapat melindungi dirinya sendiri dari segala jenis virus atau bakteri yang menyebabkan infeksi. Oleh karena itu, penderita sering terkena penyakit pneumonia, TBC, dan kangker tertentu. Penyakit-penyakit itu disebut penyakit indicator, yaitu penyakit berat yang menyertai penyakit AIDS
Gejala-gejala umum dapat berupa :
Ø Kelelahan
Ø Demam
Ø Berkeringat
Ø Penurunan berat badan
Ø Sariawan dimulut
Ø Batuk-batuk
Ø Pembesaran kelenjar (biasanya di leher, ketiak, lipatan paha)
Ø Pendarahan dari bawah kulit, dan dari mulut, hidung atau dubur.
Biasanya orang yang menderita HIV meninggal dunia karena penyakit indicator tersebut bukan semata-mata HIV itu sendiri.
Ilmuwan dan dokter bekerja keras melwan AIDS dengan mempelajari virus dan menggunakan terapi obat-obatan yang baru. Belum ada vaksin yang dapat di gunakan. Hanya beberapa obat seperti Zidovudine di sepakati digunakan untuk pengobatan. Obat ini tidak menyembuhkan, tetapi hanya mengobati gejala dan hal-hal tertentu dapat memperpanjang usia. Agar menjadikan obat yang bermanfaat tersedia sesegera mungkin, badan Administrasi makanan dan obat-obatan atau FDA (Food and Drug Administration ) membuat suatu pengecualian hokum dan menyetujui obat-obatan untuk digunakan melawan AIDS sedini mungkin Zidovudine disetujui penggunaanya kurang dari 4 bulan. Biasanya memerlukan rata-rata tahun bagi obat-obatan agar disetujui penggunaanya. Penelitian untuk penyakit AIDS ini menghabiskan biaya yang sangat mahalaaaaaa. Oleh karena itu, waspadalah terhadap penyakit AIDS.
A. PENCEGAHAN AIDS
AIDS memang dapat dicegah dengan langkah-langkah yang dapat diambil, seperti berikut :
Ø Menghindari hubungan seks dengan penderita AIDS atau tersangka AIDS
Ø Menghindari hubungan Seks dengan banyak pasangan atau yang mempunyai banyak pasangan
Ø Menghindari hubungan seks dengan orang yang menyalahgunakan obat, khususnya Narkotika.
Ø Mencegah orang yang termasuk resiko tinggi (homoseks, WTS, dan pecandu narkotika) untuk menjadi donor darah.
Ø Menjamin sterilitas dari setiap alat suntik dan tidak memakai alat suntik lebih dari sekali
A. ALASAN MENGAPA AIDS MERISAUKAN
Alasan AIDS merisaukan di Indonesia :
Ø Penjaja Seks Komersial (PSK) meluas.
Ø Penyebaran penyakit kelamin tinggi
Ø Urbanisasi dan migrasi penduduk tinggi.
Ø Kecenderungan hubungan seks sebelum menikah meningkat.
Ø Lalun lintas dari atau keluar negeri berlangsing dengan bebas, serta
Ø Penggunaan alat suntik, tato dan tindak yang tidak sehat.
Ø Selain itu, ada istilah ODHA yang merupakan singkatan dari Orang dengan HIV/AIDS belum terisolasikan secara benbar di masyarakat. Misalnya, orang percaya bahwa batuk atau flu dan bersentuhan badan dapat menuarkan HIV.
Bentuk stigma diskriminasi yang dilakukan antara lain :
Ø Tidak diterima bekerja di instansi manapun bila diketahui sebagai ODHA.
Ø Terancam dikucilkan dari teman, keluarga dan masyarakat.
Ø Ancaman fisik, seperti diusir dan disingkirkan dari tempat tinggal.
Ø Dianggap sebagai orang kotor.
Sebenarnya ODHA tidak perlu didiskriminasikan karena ODHA juga manusia biasa seperti kita yang ingin punya teman, bergaul, dan bekerja. Selain itu, HIV yang ada di dalam tubuhnya tidak mudah menular. Dengan Stigma dan diskriminasi yang dilakukan dapat menghambat program pencegahan HIV karena orang menjadi takut berbicara HIV. Perlu diketahhui bahwa semua orang berpeluang terinfeksi HIV karena infeksi HIV dapat terjadio akibat perilaku kita ataupun pasangan kita.
Keuntungan bila tidak melakukan diskriminasi adalah ODHA akan memiliki keberanian untuk menceritakan kondisinya kepada semua orang terlebih lagi pada teman, keluarga atau pasangan. Hal itu berakibat positif terhadap perkembangan psikologi sehingga harapan hidup menjadi lebih baik. Jika orang pernah melakukan perilaku beresiko tertular HIV, maka dia memiliki keberanian untuk melakukan tes HIV karena tidak takut di diskriminasi.
DAFTAR PUSTAKA
– Danik. PMS, Wikipedia 2004.

SKK Imunisasi
1. Pengertian
Dalam kehidupan sehari-hari bibit penyakit sewaktu-waktu dapat menyerang menyerang manusia dan menimbulkan sakit. Pada kenyataanya ada manusia yang tidak sakit walaupun diserang oleh penyakit yang sama. Contohnya : pada waktu ada wabah disuatu daerah tidak semua orang menjadi sakit walaupun ia menolong keluarga dsan tetangganya yang menderita sakit. Jadi dapat disimp[ulkan bahwa dalam badan orang yang tidak sakit terdapaty zat anti yang memungkinklan ia tahan terhadap serangan bibit penyakit dan disebut orang tersebut kebal ( imun ) terhadap kuman penyakit yang dating menyerangnya.
Hali itu mendorong manusia untuk berusaha agar menjadi kebal dalam suatu penyakit atau beberapa penyakit yang sangat ganas. Usaha ini disebutr imunisasi.
Imnunisasi adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi peenyakit menularr tertentu. Imunisasi hanya diberikan kepada orang yang sehat.
1. Tujuan imunisasi
Imunisasi (kekebalan) ada dua macam :
a. Imunisasi Pasif
Pada imunisasi ini tubuh hanya menerima zat Zat penolak penyakit, yang terdiri dari :
1. Kekebalan pasif bawaan ( alami)
2. Kekebalan pasif buatan ( sengaja dimasukkan zat anti )
1. Macam Imunisasi
Imunisasi ( kekebalan) ada dua macam :
a. Imunisasi aktif
Pada imunisasi ini tubuh aktif membuat zat penolak penyakit yang terdiri dari :
1. Kekebalan aktif alami.
2. Kekebalan aktif buatan ( sengaja disuntikkan/ ditulari kuman penyakit yang telah dilemahkan keganasannya )
Kekebalan pasif bawaan ( alami )
Kekebalan ini terdapat pada bayi yang baru lahir sampai umur ± 5 bulan. Kekebalan tersebut didapat dari ibunya melalui ari-ari (placenta), misalnya penyakit kampak ( morbilli) dan diphtheria.
Kekebalan pasif ( buatan )
Orang menjadi kebal dengan diberi zat penolak penyakit ( zat anti ). Zat anti tersebut diambil dari binatang. Misalnya kuda atau sapi yang pernah mendapat penyakit tertentu. Lazimnya dipakai oleh campak, tetatus, gigitan ular berbisa, dan anjing gila. Kekebalan ini hanya bertahan selama 2-3 minggu.
Kekebalan aktif (alami)
Bila anak mendapat infeksi kemudia sembuh, dengan sendirinya ia akan kebal terhadap penyakit yang menyerang . Anak itu mempunyai kekebalan. Kekebalan alami adalah kekebalan terkuat. Tetapi harus diingat bahwa bahwa anak tersebut belum mendapat kekebalan , ia harus berjuang melawan penyakit . Anak tersebut menderita penyakit yang berat , mungkin sembuh dengan cacat, mungkin meninggal dsamn mungkin juga sehat kembali dengan mendapat kekebalan.
Kekebalan aktif ( buatan )
Kekebalan aktif buata adalah memasukkan racun atau kuman hidupo, yang keganasannya sudah dilemahkan agar tubuh dengan akif mempuat zat penolak ( zat anti ).
Jenis bibit penyakit yang sudah dilemahkan adalah sebagai berikut :
a. Virus / Bakteri hidup
Misalnya : cacar, BCG ( Bacillius Calmette Guerine ), dan Polio.
b. Virus/bakteri mati
Misalnya : Colera, Typus, paratypus (Cotypa)
c. Racun / toxoid
Racun atau texoid yang sudah diolah. Imunisasi dengan cara ini perlu di berikan berulang-ulang agar badan terangsang dengan baik untuk membuat zat penolaknya.
1. Macam-macam waktu pemberian dan tempat pelayanan Imunisasi
a. Harus mendapat Vaksinasi
Beberapa imunisasi, misalnya terdapat polio, diphtheria, bentuk rejan dan tetanus ditunjukkan kepada semua orang , terutama anak-anak. Imunisasi lainnya diberikan kepada kelompok orang tertentu, misalnya mereka yang terancam bahaya infeksi selama ada wabah setempat, para pekerja labortatorium, dokter hewan karena pekerjaanya diancam pencemaran bibit penyakit.
b. Yang tidak boleh Diimunisasi
Imunisasi tidak boleh diberikan pada gangguan system kekebalan tubuh atau penderita kangker yang telah menyebar. Ada vaksin tertentu yang tidak boleh diberikan pada balita, missal vaksin kolera dan demam kuning. Vaksinasi harus ditunda apabila irang sedang mengalami demam atau infeksi. Beberapa vaksin tertentu, terutama rubella ( Inveksi karena virus yang dikenal sebagai campak jerman ) tidak boleh diberikan kepada wanita hamil karena membahyakan janin dalam kandungan .
Pelayanan Imuniosasi dilakukan di :
a. Rumah sakit
b. Puskesmas
c. Posyandu
d. Poliklinik
e. Balai pengobatan kesehatan

SKK Penanggulangan Penyakit Diare

Pendahuluan
Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami peningkatan dalam frekuensi buang air besar (kotoran), dan masih memiliki kandungan air berlebih. Orang dengan HIV sering mengalami diare. Diare juga adalah penyebab kematian paling umum pada balita, membunuh lebih dari 1,5 juta orang per tahun.
Diare dapat menjadi masalah berat. Diare yang ringan dapat pulih dalam beberapa hari. Namun, diare yang berat dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) atau masalah gizi yang parah.
Penyebab
Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka,penyakit,alergi (fructose,lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi (buang air besar) yang melebihi 200 gram per hari.
Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh “colon”. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai colon. Colon menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila colon rusak atau “inflame”, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.
Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.
Dia juga dapat merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius, seperti disentri,kolera, atau botulisme dan dapat juga merupakan tanda dari sindrom kronis seperti penyakit Crohn.
Dia juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkhohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan.
Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengkonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.
Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:
• Diare pada balita
• Diare menengah atau berat pada anak-anak
• Diare yang bercampur dengan darah.
• Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu.
• Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut,demam, kehilangan berat badan, dll.
• Diare pada orang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti parasit)
• Diare dalam institusi seperti rumah sakit, perawatan anak, institut kesehatan mental.
Mengetahui Penyebab Diare
Penyebab diare sangat penting untuk diketahui. Dokter tidak dapat meresepkan obat tanpa mengetaui penyebab diare.
Dokter akan menanyakan apa yang kita makan atau minum baru-baru ini, dan apakah kita baru melakukan perjalanan. Contoh kotoran dapat dites untuk tanda bakteri atau parasit. Dokter mungkin mengulangi tes ini jika pertama kali tidak ada tanda apa pun. Mungkin darah atau air seni kita juga dites.
Jika tes ini tidak menunjukkan penyebab diare, dokter mungkin akan mengamati aliran pencernaan kita dengan alat khusus. Nama proses ini tergantung pada di mana dokter melihatkan. ‘Endoskopi’ adalah istilah umum untuk ‘lihat ke dalam’. ‘Kolonoskopi’ berarti dokter memeriksa kolon (usus besar). Penyebab kurang lebih sepertiga kasus diare tidak dapat ditentukan.
Penanganan
1. Mengubah apa yang kita makan.
Beberapa jenis makanan dapat mengakibatkan diare, dan yang lain dapat membantu menghentikannya.
Jangan makan:
• produk susu (susu atau keju)
• masakan yang digoreng
• makanan berlemak termasuk mentega, margarin, minyak atau kacang
• makanan pedas
• makanan yang mengandung banyak serat yang tidak larut. Ini termasuk buah-buahan atau sayuran mentah, roti gandum, jagung, atau kulit dan biji buahan
Sebaiknya makan:
• pisang
• nasi putih
• saus apel
• sereal
• roti tawar bakar atau kraker
• makaroni atau mie biasa
• telur rebus
• bubur gandum
• kentang rebus tumbuk
• yoghurt (walau ini produk susu, makanan ini sebagian dicernakan oleh bakteri yang dipakai untuk membuatnya)
2. Pengobatan.
Obat-obatan dipakai untuk mengobati diare tergantung pada jenisnya. Dokter tidak dapat meresepkan obat tanpa dia mengetahui penyebab diare kita.
Beberapa obat dapat diperoleh tanpa resep, di antaranya ada yang sangat baik untuk diare, termasuk asam amino L-glutamin, bismuth sub salisilat, attapulgit dan loperamid.
Beberapa produk lain yang biasanya dijual untuk mengobati sembelit juga dapat membantu dengan diare. Produk ini mengandung serat larut, yang menambah besarnya kotoran dan menyerap air. Produk ini termasuk produk yang mengandung psylium.
3. Terapi alternatif untuk diare.
Kapsul asidofilus (yang mengandung bakteri yang membantu) dapat memulihkan pencernaan normal, terutama waktu kita memakai antibiotik. Beberapa macam yoghurt mengandung ‘biakan hidup’ asidofilus yang berkerja dengan cara sama.
Peppermint, jahe dan pala dianggap membantu masalah pencernaan, jadi teh peppermint atau jahe, atau soda dengan jahe adalah pilihan yang baik untuk ‘cairan bening’. Coba tambah pala pada makanan atau minuman.
Penelitian menunjukkan bahwa tambahan kalsium membantu meringankan diare pada orang yang memakai nelfinavir. Ini mungkin berhasil dengan diare yang disebabkan obat lain.
Garis Dasar
Diare adalah masalah umum untuk orang dengan HIV. Diare biasanya disebabkan infeksi pada sistem pencernaan. Stres, beberapa obat-obatan dan masalah pencernaan produk susu juga dapat menyebabkan diare. Diare juga adalah penyebab kematian paling umum pada balita, membunuh lebih dari 1,5 juta orang per tahun.
Diare merupakan gejala luka, penyakit,alergi, penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C. tetapi kebanyakan disebabkan oleh infeksi atau racun bacteria.
Jika kita diare, kita sebaiknya minum banyak cairan bening. Kita juga dapat memakai cairan elektrolit.
Beberapa perubahan sederhana pada makanan dapat membantu diare. Begitu juga beberapa obat tanpa resep atau asidofilus.
Pastikan dokter diberi tahu jika diare berlanjut lebih dari beberapa hari.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s