TRANSKIP SAMBUTAN PRESIDEN PADA PELANTIKAN PENGURUS KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA MASA BAKTI 2008-2013 DI ISTANA NEGARA, 20 NOVEMBER 2009


TRANSKIP

SAMBUTAN PRESIDEN PADA PELANTIKAN

PENGURUS KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

MASA BAKTI 2008-2013

DI ISTANA NEGARA, 20 NOVEMBER 2009

Yang saya hormati Pimpinan Kwarnas Gerakan Pramuka beserta segenap unsur pimpinan dan pengurus Kwartir Nasional yang saya cintai dan saya banggakan.
Alhamdulillah baru saja kita melaksanakan acara pengukuhan kepemimpinan dan kepengurusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk mengemban tugas untuk tahun 2013 mendatang.
Oleh karena itu saya ucapkan selamat atas kepecayaan untuk memimpin Gerakan Pramuka dan saya berharap, serta berdoa kepada Allah dan sekaligus memberikan dorongan fasilitas dan bantuan, agar tugas-tugas yang bapak/ibu emban dapat dilaksanakan dengan baik. Kepada yang bertugas pada periode sebelumnya saya ucapakan terima kasih dan penghargaan pengabdian yang telah dilakukan pada kurun waktu lima tahun, sebelum Kwarnas yang sekarang ini.
Saudara-saudara, saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini, untuk bersama-sama memahami betapa pentingnya Gerakan Pramuka, betapa mulianya tugas saudara semua, tugas yang sangat tidak ringan, penuh dengan tantangan, apalagi dalam era globalisasi, dimana nilai-nilai kehidupan masyarakat kita telah berubah dan terus berkembang, maka tentu tidak sama memimpin, membina, melatih Pramuka sekarang ini dibandingkan dengan 30, 20 bahkan 10 tahun yang lalu.
Sebagian dari kita barang kali ikut berdiri, ketika Gerakan Pramuka diresmikan pada kepemimpinan Presiden Soekarno dulu, tahun 1961, meskipun implementasi di seluruh tanah air berbeda-beda, ada yang segera bisa dibentuk, ada yang sekian bulan barang kali ada sekian saat, sampai semua bisa berjalan bisa efektif, kemudian transformasi dari berbagai Gerakan Kepanduan waktu itu, tapi Alhamdulillah itulah tonggak sejarah yang penting.
Saya berdiri di sebuah lapangan kecil di kota Pacitan waktu itu, kalau tidak salah kelas 5, 6 SD, saya dengan bangga menggunakan seragam Pramuka dan sejak itulah terus terang saya sangat tertarik untuk sebuah gerakan yang mempertunjukan kepemimpinan, membentuk karakter, membentuk persahabatan satu sama lain, titik itu juga berpengaruh dalam kehidupan saya, dalam karier saya, karena saya lebih menyenangi berorganisasi, lebih menyenangi gerakan lapangan, pertama tertarik oleh seragamnya dulu, kemudian yang kedua melihat gerakanya gagah, kemudian latihan-latihannya menarik saat itu, maka saya dan teman-teman bergabung, ternyata tidak hanya seperti itu, ternyata dalam perjalanan hidup sangat banyak perannya dalam membentuk watak, semangat, cita-cita dan banyak hal, saya kira bapak ibu merasakan ketika pertama bergabung dengan Gerakan Pramuka, hampir 50 tahun yang lalu itu.
Saudara-saudara dengan pengantar itu, mari kita sekarang melihat ke depan. Kita hidup di abad 21, abad yang penuh dengan tantangan, konon hanya akan ada 2 kelompok bangsa di dunia ini, di abad 21 ini. Bangsa yang berhasil atau bangsa yang tidak berhasil. Bangsa yang menang dalam globalisasi (the winner) dan bangsa yang kalah dalam globalisasi (The Looser). Kita semua yang ada di pelataran Istana ini tentu tidak ingin menjadi bangsa yang gagal state failed nation dan juga tidak ingin menjadi the looser, kita ingin menjadi yang berhasil dan yang menang.
Tetapi kemenangan dan keberhasilan tidak datang dari langit, tidak akan, dan bahkan kalau kita tidak yakin kita tidak akan berhasil, kita selalu berfikir, berjiwa gelap, berfikir negatif, bersikap pesimis, sejak sekarang kita sudah kalah, sejak sekrang kita sudah mendeklarasikan kita akan menjadi bangga yang gagal , dan bangsa yang �ya, tidak berhasil.
Mari kita semua, terutama para Pembina, Para Pelatih, para pemimpin Gerakan Pramuka ini, mari kita patrikan dalam hati dan pikiran kita �We Want To Be a Winner�, jangan mau menjadi yang kalah. Tantangannya berat tingkat global juga kita rasakan banyak sekali permasalahan dunia, tingkat regional asia pacific juga tidak sepi dengan tantangan, baik di bidang perdamaian dunia,di bidang perubahan iklim, di bidang perekonomian, harmoni antar peradaban dan sebagainya.
10, 20, 30 tahun mendatang, tantangan itu belum pergi, masih ada demikian juga di tingkat nasional kita, masih banyak pekerjaan rumah kita untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat kita, untuk terus mengurangi kemiskinan dan pengangungaran, untuk terus melaksanakan pembangunan yang lebih adil dan merata, untuk terus membikin demokrasi kita makin matang. Untuk terus menghasilkan kebebasan yang bermartabat, untuk terus menghadirkan tertibnya hukum, dan membangun good government untuk tata pemerintahan yang baik, untuk terus menciptakan suasana nasional yang penuh dengan kerukunan dan harmoni.
itu juga tidak akan pergi, 5, 10, 20 tahun mendatang. Dalam konteks itulah, dalam berbagai tantangan dan permasalahan itulah kita bekerja keras,berfikir cerdas, bersatu untuk melangkah ke depan menuju bangsa yang berhasil di abad 21 ini, saya ingin meningkatkan kembali, itulah agenda besar kita, itulah our great nation, sebagai sebuah bangsa.
Saudara-daudara saya sudah menyampaikan pada Hari kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei tidak datang dengan sendirinya, bersama-sama kita perkuat, pertama, daya saing, kalau kita tidak punya daya saing ya kita tidak akan menang dalam persaingan. Kita harus menjadi bangsa yang mandiri, tidak tergantung begitu saja pada dunia, pada bangsa lain meskipun antar para pemimpin bangsa selalu ada kerjasama dan kemitraan, ada interconnectedness, ada coorporation, ada partenership. Patut kita membagun segalanya dengan kemampuan sendiri, dan dengan apa yang kita miliki yaitu kemandirian.
Yang pertama adalah peradaban bangsa, our civilization. Saya mengatakan seperti apa, peradaban yang unggul, dan peradaban yang mulia, saya ingin menggaris bawahi yang ketiga ini, karena yang ketiga inilah medan perjuangan Pramuka. Menjadi sangat penting, peran bapak ibu, peran kita semua juga menjadi sangat penting oleh karenanya, bangsa memiliki peradaban yang unggul dan mulia, apabila dalam kehidupannya, itu memiliki berbagai keunggulan, kelebihan dan kebaikan. Goodness.

Pertama bangsa itu memiliki watak atau karakter yang baik, good character. Kedua, masyarakatnya baik, good society. Ekonominya adil, tumbuh dan memang baik, good economic. Kehidupan Political, hak azasi manusia, freedomof the press semuanya berjalan dengan baik. Good political process, dan lingkungannya baik, terutama dunia sedang menghadapai pemanasan global dan perubahan iklim, good envirorment. Kalau kita punya ke lima goodness itu, maka setidak-tidaknya bangsa kita sesungguhnya memilki peradaban yang baik, yang unggul dan peradaban yang mulia.
Saya Menukik lagi, dari itu saya ingin menggaris bawahi tentang , good character, watak yang baik. Pertama-tama marilah kita terus bangun akhlak, anak bangsa sayang baik yang taat menjalani ajaran agama, yang memilki nilai akhlak yang baik dan menjalankannya,
Yang kedua budi pekerti, pandai, santun, tepat di dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Itu ciri-ciri bangsa yang civilize, santun.
Yang ketiga berfikir positif. Saya sudah mengatakan kalau jiwa kita gelap, melihat sesuatu serba, ah itu jelek, ah itu tidak bagus, negative terus, ah tidak mungkin kemana-mana, nasib kita begini, pesimis terus, yang salah dia itu, saya benar terus, tidak ke mana-mana kita, mari berfikir positif kita.
Yang keempattaft, menghadapi tantangan, cobaan, ujian dia tidak cengeng, ulet, tabah, tegar, itu karakter yang harus kita bangun.
Yang kelima yakin diri, confidence, tidak sombong, tidak takabur, tapi Insya Allah dengan ridho Allah Yang Maha Kuasa, kita bisa. Kalau India bisa, Tiongkok bisa, Indonesia mesti bisa. Negara lain bisa, kita mesti bisa. Bahasa dalam arti Insya Allah dengan ridho Allah Yang Maha Kuasa.
Yang keenam disiplin, bangsa yang tidak punya disiplin nasional, tidak mungkijn menjadi bangsa yang berhasil membangun, karena membangun bangsa, perlu disiplin tidak semaunya, easy going, hidup segan mati tak hendak dan sebagainya.
Yang ketujuh inovatif. Saya baru kembali dari Singapura, Malaysia, tentu selama lima tahun saya banyak berkunjung ke banyak Negara di dunia ini, saya belajar, saya lihat, saya timbang, pengalaman bangsa-bangsa itu. Ternyata bangsa yang maju adalah bangsa yang keratif, inovatif . Oleh karena itu metodologi pendidikan harus dirubah, jangan hanya membikin, siswa kita menghafal dengan kurikulum yang itu-itu saja, bikin anak didik kita kreatif, imajinatif dan inovatif,
Yang kedelapan rukun, toleran, harmonis, bayangkan, bangsa kita yang majemuk ini, kalo tiap hari bertengkar. Bermusuhan hantam menghantam, yang terjadi adalah konflik horizontal, konflik homonal, darah dan air mata, karakter bangsa yang baik, yang rukun, bersatu, harmonis.
Yang kesembilan yang terakhir adalah, memiliki solidaritas, kesetiakawanan yang tinggi, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Begitu para pendahulu kita, kita para senior kita, para leluhur telah mewariskan berbagai wise saying, pepatah yang baik,.

Dari semua itu, saya ingin mengatakan di hadapan saudara semua, Pramuka sungguh dapat berperan dan berkontribusi, maknai, fahami, seperti ini. Sehingga asyik melaksanakan jambore, kegiatan latihan, pembinaan, jangan lupa tujuan besarnya after all adalah character building, dan karakter ini dahsyat, tidak ada artinya suatu bangsa yang menguasai teknologi, tapi bangsa itu cengeng, mudah menyerah, tidak taft tidak ulet, tidak ada artinya. Oleh karena itu mari watak bangsa ini, kita bangun kita bentuk sejak dini.
Saudara-saudara, tiga tahun lalu telah kita laksanakan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Saya melihat sudah nampak perubahan-perubahan, gairah energi, semangat. Tetapi belum cukup, belum cukup. Ini baru langkah awal. Justru lima tahun mendatang, sampai 2013 mandat dari Kwarnas Gerakan Pramuka ini, Revitalisasi Gerakan Pramuka dilanjutkan dan ditingkatkan, saya akan sering datang untuk melihat langsung, bagaimana saudara-saudara melanjutkan dan meningkatkan Revitalisasi Gerakan Pramuka.
Yang harus direvitalisasi apa? Sudah saya sampaikan pada Hari Pramuka tahun 2006. Mari kita jalankan bersama-sama. Yang direvitalisasi banyak, tapi tolong, ini pesan saya. Metodologi pembinaan dan pelatihan terus dikembangkan. Jaman saya dulu mungkin cukup seperti itu, tapi sekarang sudah banyak perubahan, sudah banyak pilihan untuk anak-anak kita. Dan pilihan itu bebas ada yang senang mendalami IT, ada yang senang berkomunikasi dengan sesama mereka dengan ikatan-ikatan yang lain, tapi juga ada yang masih ingin berada di Gerakan Pramuka. Itu banyak sekarang, mereka punya freedom to choose, tidak bisa kita memaksakan harus masuk Gerakan Pramuka. Oleh karena itu harus ada daya tarik baru, daya saing baru, sehingga mereka anak-anak kita itu sejak SD, SMP, SMA, itu masih senang menjadi Anggota Gerakan Pramuka dan masih senang melaksanakn berbagai kegiatan Pramuka, bukan hanya jambore saja.
Juga revitalisasi para pembinanya, kita semua, di up grade, pelatih /trainer di up grade. Tolong mari revitalisasi berlaku bagi diri kita, bersama-sama. Saya meskipun sudah tahun ke enam memimpin Negara kita, periode terakhir saya, saya terus belajar tiap harinya, bukankah hidup itu adalah universitas yang abadi. Terlalu sombong kalau seseorang asal sudah mengusai segalanya tidak perlu saya belajar, sombong dia. Mari kita terus meningkatkan diri kita, kepribadian kita, kemampuan kita dan lain-lain dengan cara terus belajar.
Oleh karena itu, revitaslisai disamping metodologi, pelatihan, pembinaan dan kepemimpinan juga up grading untuk kita semua. Dan nanti saya ingin ada leadership training. Ada training for the traineers, mulai dari itu dulu.
Silahkan, Menpora ada di sini dengan Pimpinan Kwarnas dirancang seperti apa training for trainers itu, berikan ijazah, berikan kualifikasi bahwa dia telah siap untuk melatih, memimpin lima tahun mendatang. Pada gilirannya nanti, Trainers yang telah dilatih itu, di-uprade itu, ditingkatkan kemampuannya itu, kembali melatih yang lain-lain. Sehingga, dalam waktu dua tahun 2010-2011 saya harapkan semua pembina, pembimbing, pelatih sudah terdaftar, sudah mendapatkan semacam sertifikasi dengan kualifikasi yang kita tentukan. Dengan demikian itu adalah modal yang penting untuk mensukseskan revitalisasi ini.
Saudara-saudara saya ingin dipikirkan, barangkali sudah semua ini, kalau sudah, bagus. Tapi kalau belum, tolong ditingkatkan. Nanti dalam pelatihan-pelatihan, untuk Gerakan Pramuka kita. Pertama ini modul, modul yang saya sarankan modul untuk dipertajam, diperkuat dan diefektifkan.
Modul pertama adalah pelatihan kepemimpinan, leadership training yang ingin kita cetak adalah pemimpin. Pemimpin itu, mulai dari pemimpin tingkat depan, seperti di daerah-daerah sampai pusat, Pemimpin disegenap cabang profesi, pemimpin diberbagai sektor kehidupan, dsb. They are all leaders. Paling tidak, pemimpin untuk dirinya sendiri, pemimpin rumah tangga. Jadi, kepemimpinan letakkan sebagai modul utama, modul yang sangat penting.
Yang kedua, ini menjadi daya tarik bagi anak-anak kita yang mengikuti Gerakan Pramuka adalah kemampuan atau keterampilan melintasi rintangan alam. Sekarang banyak berkembang outbound, untuk CEO, GM, padahal dulu, itu yang melakukan Pramuka, kalau lebih keras, tentu militer. Tapi tidak perlu sekeras militer, tapi bagian dari character building bagian dari leadership training. Silahkan dibikin modul yang bagus tentang keterampilan mengatasi rintangan alam, bisa menyeberangi sungai kecil, bisa naik bukit, turun lembah, tracking, mencari jejak, tanda-tanda komunikasi, dsb.
Yang ketiga, tentu generasi muda Indonesia harus taft, baik juga kalau dikenalkan untuk self defense, bela diri dasar agar punya keyakinan. Bukan menyiapkan Pramuka sebagai petarung, bukan. Tapi yang dibangun confidence. Kembali, unsur-unsur dari karakter, unsur-unsur dari kepemimpinan. Mungkin itu sudah dilatihkan, seperti upacara yang tertib, upacara yang khidmat, baris yang bagus. Kemudian pertolongan pertama pada kecelakaan, tentu di-upgrade lagi metodologinya sehingga kapanpun kalau ada accident itu, Pramuka kita siap untuk melakukan sesuatu sebelum tenaga medis datang.
Survival yang dilatih masak-memasak. Tapi bukan hanya itu, kalau Indonesia itu medannya luar biasa, ada penjelajah alam, ada pendaki gunung, Pramuka ikut dimana-mana, tiba-tiba tersesat misalnya. Maka dia harus bisa, tidak panik, mengenali, sambil mencari jalan untuk kembali ke tempatnya. Bagaimana tetap hidup, mempertahankan kelangsungan hidup, survival. Mengenali pohon-pohon, daun-daun mana yang bisa dimakan. Mengenali binatang-binatang mana yang bisa dikonsumsi, caranya bagaimana menangkap binatang. Mana pohon-pohon beracun, dsb. Tapi harus inovatif, harus inovatif. Langkah lantas tanggap darurat terhadap bencana. Sering terjadi bencana, tentu untuk Gerakan Pramuka yang sudah cukup dewasa itu dilatihkan bagaimana tanggap darurat dalam keadaan bencana.
Kemudian yang keempat adalah IT (Information and Technology), komputer. Tidak semua anak-anak kita memiliki komputer. Tidak semua mendapatkan kemewahan untuk masuk di dunia maya itu. Ajarkan, kenalkan kepada mereka. Kalau semua ini diajarkan, saya kira yang akan terbentuk adalah manusia Indonesia, generasi muda kita yang menguasai pengetahuan dan teknologi, yamng memiliki karakter yang baik, yang rukun, yang confidence, dsb. Sehingga itu menjadi modal penting kelak ketika mereka memikul tanggung jawab dan peran yang lebih besar lagi. Barangkali juga nanti, ketika kegiatan di lapangan, mengatasi rintangan alam, itu seragamnya apakah masih seperti PDH yang sekarang ini yang kantongnya kurang, terlalu ketat, sehingga bagaimana naik gunung, robek celananya turun dsb. Dipikirkan, dengan catatan jangan membebani saudara-saudara kita yang tidak mampu, jangan. Kita pikirkan bagaimana kalau harus latihan mengatasi rintangan alam atau outbound seperti itu, yang penting pakaian itu pas, tetapi tentu, sekali lagi tidak membebani siapapun. Kita pikirkan nanti secara bersama.
Terakhir, ke depan. Bagaimana kita melangkah ke depan, paling tidak lima tahun mendatang. Rancangan Undang-undang Pramuka tentu akan kita ajukan, ulangi, akan kita usahakan untuk terbit pada periode ini. Harus pas, Undang-undang itu, berorientasi pada tujuan tadi, realistic, achievable, tidak mengada-ada, dan kemudian dinilai sebagai keperluan, sebagai bagian penting dalam pembangunan ini. Kalau itu, Insya Allah, Dewan Perwakilan Rakyat nanti bersama Pemerintah akan bisa meluluskan pada kesempatan pertama.
Yang kedua, anggaran. Anggaran ini sebagaimana yang telah kita lakukan, telah kita tingkatkan dari waktu ke waktu. Saya berharap, makin ke depan makin besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara kita. Insya Allah akan makin tumbuh kembali perekonomian kita setelah krisis ini, maka anggaran akan makin tersedia, yang akan tentu menjadi kewajiban pemerintah. Kalau itu belum cukup, mari kita pikirkan funding mechanism yang halal. Dengan demikian bisa betul-betul membiayai Gerakan Pramuka.
Yang ketiga atau yang terakhir, saya dulu sering lari, jogging, atau jalan kaki di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, sama istri saya. Itu ada rute lima kilometer, biasanya saya jalan di situ. Sangat sering, boleh dikatakan dulu hampir tiap bulan, saya. Tahun 1998, 1999, awal-awal dulu. Sampai saya Presiden tahun pertama, tahun kedua, saya masih suka jalan di situ. Saya pikir luas tapi agak kurang terawat, saya waktu masih melihat bau-bau yang tidak sedap, masih melihat sampah-sampah yang tidak pada tempatnya, dsb. Tidak boleh. Itu adalah, center. Dimana siapapun yang datang, Pramuka kita baik dari Jakarta maupun dari seluruh tanah air, maupun dari luar negeri, harus mengatakan ini bagus sekali. Tertata dengan bagus, rapi, bersih, indah, dan itulah menggambarkan sebuah training center. Tentu memerlukan anggaran, memerlukan logistik, memerlukan. Tolong nanti, menteri terkait bersama Pimpinan Pramuka dipikirkan, sarankan kepada saya. Dalam batas kemampuan anggaran negara, tentu akan kita tingkatkan, kita up grade. Dengan demikian kita betul-betul makin menyukseskan apa yang akan kita lakukan lima tahun mendatang. Saudara-saudara inilah yang ingin saya sampaikan, mudah-mudahan marilah kita jalankan tugas ini dengan penuh tanggungjawab, ikhlas, tulus untuk generasi muda kita, untuk anak-anak kita, untuk masa depan bangga dan negara kita, selamat berjuang, selamat bertugas, Tuhan beserta kita, Wassalamualaikum.

Jakarta, 20 November 2009
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SELAKU KETUA MABINAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s