Gawat Darurat


ppgd

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan adalah bantuan pertama yang diberikan kepada orang yang cedera akibat kecelakaan sebelum ditangani oleh tenaga medis dengan sasaran menyelamatkan nyawa, menghindari cedera atau kondisi yang lebih parah dan mempercepat penyembuhan.

Seorang pemberi pertolongan pertama bertugas:

  • Memeriksa keadaan tanpa membahayakan diri sendiri, misalnya memeriksa apakah masih ada kabel listrik tegangan tinggi di sekitar korban, atau ada ceceran bahan kimia berbahaya dll.
  • Menenangkan korban dan melindunginya dari bahaya yang mungkin timbul
  • Jika perlu membawa korban kembali ke tempat tinggalnya atau ke tempat sarana medis terdekat.

Sikap tenang dan percaya diri selama menilai situasi dan melakukan perawatan medis yang diperlukan, akan menentramkan semua orang terutama korban dan membuat mereka yakin ia akan mampu mengatasi situasi.

Seorang pemberi P3K yang bijaksana tidak hanya tergantung dari barang-barang yang ada dalam perlengkapan P3Knya, tetapi ia akan berusaha untuk menggunakan barang apa saja yang ada di sekitarnya, dan apabila perlu ia akan membuatnya sendiri, misalnya tandu darurat, penyangga darurat dan lain-lain.

Hal-Hal Yang Perlu Dicermati

  • Urutan Kejadian; Bagaimana Kecelakaan Terjadi?, Tanyakan pada korban dan saksi mata.
  • Gejala; Dengar baik-baik segala ucapan korban, apakah ia merasa sakit? Lihat secara jelas, bagian tubuh mana yang mengalami pendarahan?Dapatkah digerakkan?
  • Tanda-Tanda; Periksa korban dari ujung kepala hingga kaki dengan cermat, bandingkan ke dua sisi badan korban. Adakah kejanggalan yang terlihat atau teraba? Apakah korban mengenakan tanda-tanda medis seperti gelang medis
  • Perkecil Resiko terjadinya kecelakaan susulan; misalnya terjadi kecelakaan lalu lintas, perkecil resiko terjadinya kebakaran dengan mematikan stater / kunci kontak, segera siagakan alat pemadam kebakaran. Peringatkan Kendaraan lain yang melewati tempat kejadian, seperti dengan memasang segitiga pengaman atau tunjuk beberapa orang untuk mengatur lalu lintas
  • Saksi Mata

Bila korban mendapat kecelakaan karena:

  • Berhubungan dengan Listrik
    Bila korban terkena sengatan listrik tegangan rendah, misalnya di ruang tamu, hentikan aliran listrik dengan mematikan sekering atau mencabut stop kontak. Bila hal ini sulit untuk dilakukan, berdirilah pada permukaan yang kering, misalnya gulungan kertas, keset karet dll, dan sentakkan anggota tubuh korban yang terkena aliran listrik tersebut dengan benda yang bukan menghantarkan arus listrik, misalnya tangkai sapu. Kemudian baru lakukan pertolongan pertama seperlunya. DILARANG MENYENTUHKAN KORBAN DENGAN BENDA BASAH, karena air merupakan penghantar listrik yang baik.
  • Berhubungan dengan Kendaraan Pengangkut Bahan Kimia
    Biasanya kendaraan pengangkut bahan kimia selalu memberikan tanda-tanda peringatan, misalnya apakah cairan yang dimuat mengandung zat beracun, zat mudah terbakar, zat korosif dll. untuk itu kita harus berhati-hati dalam menanganinya. Misalnya kita ragu-ragu untuk menolongnya, usaha paling bagus adalah dengan segera melaporkan kecelakaan tersebut dengan data-data yang ada.
  • Berhubungan dengan Binatang Buas atau Berbisa
    Sebelum kita melakukan pertolongan pertama, alangkah bijaksananya bila kita terlebih dahulu mengecek apakah binatang tersebut masih ada di tempat kejadian atau sudah pergi.

Memindahkan Korban

Kenyamanan dan kondisi cedera harus menjadi pertimbangan utama dalam memindahkan korban. Ada dua hal penting, yaitu:

  • Lebih baik pindahkan barang-barang yang bisa membahayakan korban, bila hal ini tidak mungkin untuk dilakukan, baru dilakukan usaha memindahkan korban.
  • Jangan memindahkan sendiri korban, bila ada orang lain yang dapat membantu.

Agar cedera korban tidak tambah parah, tunggu sampai orang yang ahli datang karena penanganan yang ceroboh dapat memperparah cedera. Misalnya tulang yang patah dapat merobek pembuluh darah dan menyebabkan pendarahan hebat. Pilihlah teknik yang sesuai dengan kondisi cedera, jumlah tenaga penolong, ukuran tubuh korban, dan rute yang akan dilewati.
Prinsip-Prinsip dalam mengangkat

  • Berdiri dengan kedua kaki sedikit merenggang.
  • Tegakkan punggung dan bengkokkan lutut.
  • Jaga keseimbangan tubuh
  • Gunakan tumpuan kaki (paha) untuk mengangkat

Peralatan P3K

  • Plester
  • Pembalut berperekat
  • Pembalut steril (besar, sedang dan kecil)
  • Perban gulung
  • Perban segitiga
  • Kain Kasa
  • Pinset
  • Gunting
  • Peniti, dll
SIMPUL

 

Simpul adalah suatu bentukan tertentu (lilitan, tekukan) yang dibuat pada tali yang di fungsikan untuk menambatkan tali pada anchor, maupun untuk keperluan tertentu. Penegetahuan tentang simpul dan kemampuan membuat simpul dengan mudah dan cepat adalah bagian penting yang harus dimiliki seorang petualang. Menguasai dan memahami simpul yang penting saja (sering dipakai dan dapat digunakan pada saat emergency) jauh lebih baik dari pada hanya mengenal bermacam-macam simpul tanpa tahu fungsi dan kegunaannya.

Kriteria simpul yang baik adalah sebagai berikut :

  1. Mudah dibuat dan serba guna
  2. Mudah dilihat kebenaran lilitannya
  3. Aman, dengan ikatan/lilitan tidak bergerak dan bergeser ataupun

bertumpuk saat dibebani

  1. mudah dilepas/diurai setelah dibebani
  2. Mengurangi kekuatan tali seminimal mungkin

Pada prinsipnya semua simpul mengurangi kekuatan tali pada tempat simpul yang dibuat, dengan alasan simpul tersebut mengakibatkan tali bertekuk-tekuk. Pada waktu tali diberi beban, pilinan disisi dalam tekukan simpul mendapat beban lebih banyak disbanding serat sisi luar tekukan simpul sehingga daerah tersebut menjadi lemah. Walaupun letak titik putus dari tali tidak bisa dipastikan. Berikut daftar simpul yang banyak digunakan.

Bowline

Pada dasarnya bowline merupakan simpul yang paling banyak dikenal dan digunakan. Bowline dapat memberikan hasil yang baik bila tali yang digunakan melingkari obyek tertentu misalnya, anchor poin yang dipasang pada pohon atau pinggang. Bowline dapat dibuat dengan tepat dan mudah tanpa memerlukan banyak latihan dan dapat dibuat dengan satu tangan dalam keadaan gelap, sehingga sering digunakan dalam keadaan emergency. Kelebihan lain adalah bowline mudah diuraikan kembali, walaupun baru saja mendapatkan beban mendekati beaking strength.

 

Figure eigth (simpul delapan)

Simpul figure eigth loop lebih aman dibandingkan bowline dan merupakan simpul yang sering popular pada saat kegiatan . Simpul ini dapat dibuat dengan benar jika ikatan pada standing partnya berada diluar dan ekornya terletak didalam. Jika simpul ini dibuat terbalik (standing parnya didalam) simpul ini akan berkurang lagi kekuatannya sebanyak 10 % dari standart kekuatan simpul. Untuk figure eigth mempunyai kelebihan lain yaitu lebih cepat dan mudah diteliti, selain itu simpul ini bersifat serba guna.

 

Butterfly Knot

Simpul ini biasa dibuat dengan tali, yang biasa dibebani baik pada loopnya maupun pada bagian yang terdiri (standing part). Mudah diatur dan mudah diurai setelah dibebani. Biasa difungsikan untuk simpul rigging, simpul pengaman ditengah tali (traverse), maupun untuk mengamankan bagaian cacat dari tengah tali.

SIMPUL CLOVE/CENGKEH

Simpul clove hitch gampang untuk berubah tempatnya setelah membuat, tetapi dia tak terlalu kuat. If one side of the knot is to be loaded, place the diagonal underneath. If both sides are to be loaded, place the diagonal at the top. Mengetatkan dia, sebelum memakai, sehingga dia tidak jalan waktu keberatan.

 

 

Simpul Penyambung (Bend)

Simpul yang du gunakan untuk menyambung dua tali/tambang untuk menghasilkan tali gabungan yang lebih panjang. Simpul ini bisa digunakan juga pada dua tali yang ukuran diameternya berbeda.

SIMPUL SHEET BEND

Gunanya untuk menyambung tali berukuran sama, dimana apabila kekencangan nya bertambah kana semakin kuat( menjepit)

 

 

Teknik Kepramukaan: Ketrampilan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (PPPK)

Pendahuluan

  1. Ketrampilan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :
  2. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka
  3. Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain
  4. Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat
  5. Ketrampilan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :
  6. Berhenti bernafas
  7. Pendarahan parah
  8. Shok
  9. Patah tulang
  10. Ketrampilan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.

Materi Pokok

  1. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
  2. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas

Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan.

Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.

Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :

1) Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas

2) Rahang ditarik sampai mulut terbuka

3) Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.

4) Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :

  1. a) Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.
  2. b) Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit.
  3. P3K bagi korban sengatan listrik

1) Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering

2) Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban

3) Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

  1. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah

1) Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti.

Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika.

Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.

2) Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.

3) Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

  1. Pertolongan pertama mengurangi shok

1) Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

2) Tanda-tanda Shok

  1. a) Denyut nadi cepat tapi lemah
  2. b) Merasa lemas
  3. c) Muka pucat
  4. d) Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil
  5. e) Merasa haus
  6. f) Merasa mual
  7. g) Nafas tidak teratur
  8. h) Tekanan darah sangat rendah

3) Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :

  1. a) Menghentikan pendarahan
  2. b) Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas
  3. c) Memberi nafas buatan
  4. d) Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

4) Langkah – langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :

  1. a) Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak.

Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.

  1. b) Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin
  2. c) Usahakan pasien tidak melihat lukanya
  3. d) Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :

– 1 sendok teh garam dapur

– ½ sendok teh tepung soda kue

– 4-5 gelas air

– dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh

  1. e) perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.
  2. f) Cepat-cepat panggil dokter
  3. P3K patah tulang

1) Tanda-tanda patah tulang

  1. a) Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka
  2. b) Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal
  3. c) Ada rasa nyeri kalau digerakkan
  4. d) Kulit tidak terasa kalau disentuh
  5. e) Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka

2) Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang

  1. a) Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang.
  2. b) Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan
  3. c) Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :

– hentikan pendarahan serius yang terjadi

– usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan

– upayakan lalu lintas udara tetap lancer

– jika diperlukan buatlah nafas buatan

– jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak

  1. d) Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang.

Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.

3) Macam-macam patah tulang dan pertolongan pertamanya

  1. a) Patah lengan bawah Pergelangan Tangan(gb 1)
  • Letakkan perlahan-lahan lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada
  • Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar
  • Usahakan pembelat merentang dari siku sampai ke punggung jemari
  • Aturlah gendongan tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari siku

Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu) (gb 2)

  • Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin
  • Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut
  • Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di atas dan di bawah bagian yang patah
  • Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada dan belatan (bidai)
  1. c) Patah Tulang Lengan Bawah

Letakkan pembelat (bidai) berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.

  1. d) Patah Tulang di paha
  • Patah tulang di paha sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter
  • Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal
  • Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar
  • Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk
  • Panjang pembelat untuk bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.
  1. Pembalut dan pembalutan

1) Pembalut

Macam-macam pembalut :

  1. a) Pembalut kasa gulung
  2. b) Pembalut kasa perekat
  3. c) Pembalut penekan
  4. d) Kasa penekan steril (beraneka ukuran)
  5. e) Gulungan kapas
  6. f) Pembalut segi tiga (mitella)

2) Pembalutan (gb 3)

  1. a) Pembalutan segitiga pada kepala, kening
  2. b) Pembalutan segitiga untuk ujung tangan atau kaki
  3. c) Pembungkus segitiga untuk membuat gendungan tangan
  4. d) Membalut telapak tangan dengan pembalut dasi
  5. e) Pembalutan spiral pada tangan
  6. f) Pembalutan dengan perban membentuk angka 8 ke tangan atau pergelangan tangan yang cidera.
  7. Budaya Hidup Sehat

Dalam kehidupan sehari-hari pramuka hendaknya memiliki budaya hidup sehat, dengan jalan mendidik agar mereka dibiasakan untuk :

1) Selalu menjaga kebersihan badan, misalnya pemeliharaan kuku, tangan, kaki, pentingnya mandi, pemeliharaan gigi, dsb.

2) Menjaga dan menciptakan kesegaran jasmani dan kesehatan badan, dengan jalan : secara rutin melaksanakan senam pagi, jogging, melatih pernapasan, minum air putih, dsb.

3) Menjaga ketahan tubuh, ketrampilan dan ketangkasan jasmani dengan berolahraga, mendaki gunung, berenang, terbang laying, dsb.

4) Menjaga kebesihan makanan dan minuman, serta meningkatkan pengetahuan tentang gizi.

5) Selalu menciptakan kebersihan rumah dan peralatannya, kebersihan perkemahan pada saat berkemah

6) Memahami berbagai macam penyakit dan penanggulangannya.

Penutup

Kegiatan Ketrampilan P3K bagi peserta didik merupakan alat pendidikan watak yang akan dapat meningkatkan ketahanan mental-moral-spiritual, pisik, intelektual, emosional, dan sosial; serta dapat menambah rasa percaya diri, tanggung jawab dan kepedulian kepada orang lain.

 

 

LAMBANG PALANG MERAH DAN BULAT SABIT MERAH INTERNASIONAL

 

Sebelum lambang gerakan diadopsi, setiap pelayanan medis kemiliteran setidaknya di Eropa, mengenal tanda pengenal sendiri. Austria misalnya menggunakan bendera putih, perancis bendera merah atau spanyol bendera kuning. Banyaknya tanda yang berbeda-beda yang digunakan menimbulkan akibat yang strategis, contohnya walaupun tentara tahu apa tanda pengenal dari personil medisnya, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda pengenal lawan mereka.

 

Lambang Palang Merah Tahun 1964, Konvensi Jenewa, yaitu sebuah konvensi Internasional yang pertama, resmi mengakui Palang Merah diatas dasar Putih sebagai tanda pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada Konvensi Jenewa tahun 1906, waktu peninjauan kembali terhadap konvensi Jenewa tahun 1864, barulah ditetapkan lambang Palang Merah tersebut sebagai penghormatan terhadap Negara Swiss.Lambang Bulan Sabit MerahTahun 1876 saat Balkan dilanda perang, sejumlah pekerja social yang tertangkap oleh Ottoman dibunuh senata-mata karena mereka memakai ban lengan dengan gambar Palang Merah.

 

Ketika pemerintah Turki diminta menjelaskan mengenai hal ini, mereka menekankan kepekaan tentara muslim terhadap bentuk palang / salib, dan mengajukan agar Perhimpunan Nasional dan pelayanan medis militer mereka diperbolehkan untuk menggunakan lambang yang berbeda yaitu Bulan Sabit Merah.Gagasan ini perlahan mulai diterima, memperoleh semacam pengesahan dalam bentuk “reservasi” dan akhirnya secara resmi diadopsi dalam konvensi tahun 1929, bersamaan dengan Singa dan Matahari Merah diatas dasar putihyang saat itu dipilih oleh Persia (sekarang Iran).

 

Lambang Kristal MerahTahun 2006 Lambang Kristal Merah Diatas dasar putih juga diadopsi menjadi alternative apabila di suatu Negara terjadi konflik bersenjata / perang atau bencana, maka Negara yang badan kepalangmerahannya menggunakan lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah dapat sementara menggunakan lambang Kristal Merah diatas dasar putih secara bersama-sama.Lambang Kristal MerahPada tahun 2006 Lambang Kristal Merah diatas dasar putih juga diadopsi menjadi lambang alternativ apabila di suatu negara terjadi konflik bersenjata / perang atau bencana, maka negara yang badan kepalangmerahannya menggunakan Lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah dapat sementara menggunakan Lambang Kristal Merah diatas dasar putih secara bersama-sama.

Fungsi Lambang

Lambang hanya dapat digunakan dalam dua fungsi, yaitu

sebagai Tanda Pengenal dan Tanda Perlindungan.

 

Sebagai Tanda Perlindungan, yaitu ketika konflik atau perang atau bencana terjadi. Fungsinya, untuk memberitahukan bahwa seseorang adalah anggota Gerakan, dan benda seperti kendaraan dan gedung adalah milik gerakan, sehingga harus dilindungi.

 

Sebagai Tanda Pengenal, lambang dikenakan pada masa damai, yaitu pada saat terjadi konflik atau perang atau bencana.

 

Gunanya adalah sebagai tanda identitas bahwa seseorang adalah anggota Gerakan, dan benda seperti kendaraan dan gedung adalah milik gerakan.

 

 

Sejarah Palang Merah

Pada tanggal 24 Juni 1859 terjadi pertempuran antara prajurit Perancis dan Austria yang melibatkan 320.000 prajurit.

Pertempuran itu mengakibatkan sekitar 36.000 orang tewas atau terluka. Pertempuran ini terjadi di kawasan dataran rendah utara Italia yang bernama Solferino. Pada tahun 1859 itu, kemampuan senjata untuk mencelakakan tubuh manusia memang sudah meningkat, tetapi kemampuan angkatan bersenjata untuk merawat serdadu yang terluka belum meningkat.Pada hari yang sama, seorang pemuda warganegara Swiss, Henry Dunant, berada disana dalam rangka perjalanannya untuk menjumpai Kaisar Perancis, Napoleon III.

 

Namun menyaksikan pemandangan yang mengerikan akibat pertempuran tersebut, tersentuhlah rasa kemanusiaan Henry Dunant, melihat orang-orang terluka bergelimpangan dimana-mana tanpa pertolongan. Dunant berkeliling diantara tentara yang terluka dan terus berteriak minta minum. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bersama-sama dengan penduduk setempat, segera bertindak mengerahkan bantuan untuk menolong mereka. Dia membentuk sebuah rumah sakit lapangan yang sangat sederhana, mengumpulkan kain tinen untuk membalut luka-luka, dan mengambil makanan serta obat-obatan dari kota-kota terdekat.Setelah perang selesai, Dunant kembali ke Swiss.

 

Dia membatalkan rencananya untuk menemui Kaisar, dan menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku yang diberi judul “Un Souvenir de Solverino” (Kenangan dari Solferino). Buku yang berisi tentang kejamnya perang dan pengalamannya membantu korban perang yang terluka tersebut menggemparkan seluruh Eropa. Dalam bukunya, Henry Dunant mengajukan dua gagasan penting, yaitu :

 

 

1.Membentuk organisasi kemanusiaan Internasional yang disiapkan untuk menolong para prajurit yang terluka di medan perang.

2.Mengadakan perjanjian Internasional untuk melindungi prajurit yang terluka di medan perang serta melindungi para relawan dan organisasi tersebut saat memberikan pertolongan diwaktu perang.Pada tahun 1863, empat orang warga kota Jenewa bergabung dengan Henry Dunant untuk mengembangkan gagasan tersebut.

 

Mereka bersama-sama membentuk Komite Internasiona untuk pertolongan bagi tentara yang terluka atau dikenal dengan nama Komite Lima, yang anggotanya terdiri dari :

1.Jean Henry Dunant

2.Jendral Guallaume Henry Dufour

3.Dr. Teodore Mounier

4.Gustave Moynier

5.Dr. Louis Appia

Komite tersebut sekarang dikenal dengan nama Komite Internasional Palang Merah atau Internasional Committee of the Red Cross (ICRC).

 

Beberapa Negara pun turut mendirikan Palang Merah di negaranya yang disebut juga dengan Perhimpunan Nasional. Namun demikian, Selanjutnya tidak hanya lambang Palang Merah yang dipakai. Beberapa Negara, misalnya kerajaan Ottonam (saat ini Turkey), mengusulkan untuk memakai lambang lain selain Palang Merah sebagai lambang untuk organisasi kepalangmerahan mereka, yaitu lambang Bulan Sabit Merah.

 

Lambang lainnya, yaitu lambang Singa dan Matahari Merah dipakai oleh kekasiaran Persia (saat ini bernama Republik Iran) antara tahun 1929-1980. namun saat ini pun Iran sudah tidak memakai lambang tersebut dan berubah dengan memakai lambang Bulan Sabit Merah.Banyaknya Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang dibentuk di banyak Negara, membuat organisasi kepalangmerahan itu berkumpul dalam sebuah wadah yang disebut dengan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau IFRC (International Federation of the Red Cross and Red Crescent).

 

by : dhinata

Sejarah Palang Merah Indonesia

Thursday, December 11, 2008 7:53 AM

Sejarah Palang Merah Indonesia

 

Sebelum Indonesia memiliki badan Palang Merah, kegiatan-kegiatan kepalangmerahan masih dilakukan oleh NERKAI (Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie), yaitu palang Merah Belanda yang didirikan pada tanggal 21 Oktober 1973. Sebelum Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan untuk membentuk badan Palang Merah Nasional, sejak tahun 1932, Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan telah mengusulkan kepada Pemerintah Belanda agar Indonesia memiliki badan Palang Merah sendiri.

 

Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan adalah Dokter yang saat itu banyak mengabdikan dirinya untuk kegiatan kemanusiaan. Namun usulan mereka ditolak oleh pemerintah Belanda karena dianggap bahwa rakyat Indonesia belum mampu mengatur badan Palang Merahnya sendiri. Pada tahun 1940 untuk kedua kalinya gagasan mulia ini diajukan kembali, namun tetap mendapat penolakan dari pemerintah Belanda.

 

Kemudian pada masa pendudukan Jepang tahun 1942 sampai dengan 1945 dirintis kembali perjuangan pembentukan Palang Merah Indonesia tetapi belum juga dapat terwujud.Dan barulah setelah Indonesia merdeka usulan itu dapat direalisasikan. Pada tanggal 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dr. Boentaran Martoatmojo untuk membentuk badan Palang Merah Nasional.

 

Atas perintah Presiden, pada tanggal 5 September 1945 dibentuklah panitia persiapan yang disebut dengan Panitia Lima. Tugasnya adalah menyusun rencana pembentukan Palang Merah Nasional yaitu Palang Merah Indonesia. Panitia Lima tersebut terdiri dari :

Ketua : Dr. R. Mochtar

Penulis : Dr. Bahder Djohan

Anggota : Dr. Djoehana

 

Dr. MarzukiDr. SitanalaAkhirnya pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Perhimpunan Palang Merah Indonesia, Bersamaan dengan dilantiknya Pengurus Besar PMI yang pertama, yaitu :

Ketua : Drs. Moh. Hatta

Wakil Ketua : Dr. R. Boentaran Martoatmojo

Badan Penulis : Dr. R. Mochtar,Dr. Bahder Djohan,Mr. Santoso

Bendahara : Mr. T. Saubari

Penasihat : K.H. Raden Adrian

 

 

Setelah pengakuan kedaulatan, catatan peristiwa penting dalam organisasi Palang Merah Indonesia adalah :- Dikeluarkannya keputusan pemerintah No. 25 tahun 1950 tertanggal 16 Januari 1950 tentang pengesahan Palang Merah Indonesia sebagai satu-satunya organisasi Palang Merah di Indonesia.- Palang Merah Indonesia diakui oleh ICRC dengan surat No. 392 tertanggal 15 Juni 1950.- Tanggal 16 Oktober 1950 Palang Merah Indonesia diterima sebagai anggota Liga Palang Merah Internasional.

 

TOKOH-TOKOH PALANG MERAH

FLORENCE NIGHTINGANLE

(Ibu Perawat Sedunia)Florence Nightinganle adalah anak dari seorang bangsawan Willian Edward Shore dan isterinya bernama Frances Smith berkebangsaan inggris, lahir tanggal 12 Mei 1920 di Kota Florence Italia. Walaupun berasal dari keluarga bangsawan ia lebih suka bergaul dengan anak-anak rakyat biasa dan suka menolong orang-orang yang tengah berada dalam kesulitan. Didorong oleh kepribadiannya itulah, maka ia memillih pendidikan pada sekolah perawat dan bukan sekolah yang khusus disediakan untuk para bangsawan, perawat masih dianggap pekerjaan yang hina

 

Pada saat ia mengabdi sebagai perawat di rumah sakit ia mendengar betapa hebatnya penderitaan prajurit di medan perang Krim, berita itu langsung menyentuh hatinya, ia menetapkan untuk pergi ke medan perang untuk merawat prajurit yang terluka.Pada tanggal 1 Oktober 1854, dengan menumpang kapal laut ia berangkat menuju laut hitam, dan tiba di Scutary. Di Rumah Sakit Scutary inilah ia bersama teman-temannya membantu prajurit yang luka dan sakit walaupun dalam keadaan serba kekurangan. Florence menjalankan tugasnya 24 jam sehari dengan istirahat sebisanya, pada malam hari ia selalu berkeliling memeriksa pasien dengan menenteng lentera ditangannya sehingga ia dikenal dengan julukan “Lady of the Lamp”.Florence yang setiap saat berada dalam suasana prihatin, ia tidak membiarkan satu orang prajuritpun menghembuskan nafas terakhir tanpa ia saksikan sendiri.Akhirnya peperangan dapat diselesaikan setelah berlangsung lebih dari dua tahun, bulan Juli 1856 angkatan perang Inggris akan ditarik kembali, tetapi Florence belum mau ikut pulang sebelum Rumah Sakit benar-benar kosong dari penderita.Sebagai pahlawan kemanusiaan Florence mendapat berbagai penghargaan dari pemerintah Inggris. Florence meninggal pada tanggal 13 Agustus 1910.

 

 

JEAN HENRY DUNANT (Bapak Palang Merah Sedunia)Jean Henry Dunant lahir pada hari Kamis tanggal 8 Mei 1826, di Ridverdine Genewa Swiss. Ayahnya berna aJean Jacques Dunant seorang anggota Dewan Republik Swiss dan Ibunya bernama Anne Antoniette Colladone keturunan bangsawan Perancis.Terpengaruh oleh pekerjaan ayahnya sebagai ketua yayasan yatim piatu, Henry Dunant memiliki dasar-dasat kepribadian yang halus dan senantiasa menolong mereka yang menderita. Pada usia 18 tahun ia mengikuti Young Men Criton Assocacosution di Perancis sebuah perhimpunan yang bertujuan meringankan penderitaan sesama manusia.

Di Alzazair Henry Dunant membangun usaha perkebunan dan penggilingan gandum, tetapi pada usia 30 tahun, ia dihadapkan pada cobaan dimana usahanya mulai mengalami kesulitan dana. Kesulitan lain yang dialami Dunant ialah karena ia bukan warga Negara Perancis, maka ia tidak begitu saja memperoleh konsensi atas penggunaan air bagi penggilingan gandumnya. Untuk itu, bagi Dunant tidak ada jalan lain kecuali berusaha menemui Napoleon III, yang kebetulan sedang berada di daerah Italia Utara untuk memimpin perang menghadapi Austria.Dengan tekad bulat ia berangkat ke Itali mengikuti angkatan perang Perancis dengan maksud akan lebih mudah bertemu dengan Napoleon III.

Namun apa yang dialami Dunant bukannya bertemu dengan Napoleon III untuk kepentingan bisnisnya tetapi ia terperangkap dalam wilayah pertempuran Perancis – Sardinia di Solferino.Dengan mengesampingkan bisnisnya, Dunant bersama masyarakat setempat melakukan berbagai usaha untuk membantu prajurit yang luka dan sakit.Sepulangnya dari Solferino ia mulai menulis buku, dan buku ini diterbitkan bulan November 1862 yang diberi judul “Un Souvenir de Solferino” atau kenang-kenangan di bukit Solferino.

Buku ini tidak hanya memuat tentang betapa hebatnya pertempuran dan penderitaan prajurit kedua pihak yang berperang dan tentang pengalaman Dunant sendiri, tetapi yang lebih penting dari itu adalah ide Henry Dunant yang menyatakan perlunya organisasi-organisasi sukarela yang bersifat internasional dan bebas untuk melakukan kegiatan pemberian bantuan bagi prajurit yang luka dan sakit di medan pertempuran tanpa adanya diskriminasi.Dalam proses perkembangannya setelah terbentuknya perhimpunan-perhimpunan Palang Merah nama Jean Henry Dunant semakin populer dan mendapat sanjungan dimana-mana. Tetapi sebaliknya bisnis yang ia jalankan hancur dan mengalami kebangkrutan usaha. Rumahnya terjual dan harta miliknya baik di Swiss maupun di luar negeri habis.Hancurnya bisnis dan habisnya harta Dunant justru karena kegiatannya di bidang kemanusiaan. “Henry Dunant mengalami penderitaan demi penderitaan”. Pada tahun 1867 Napoleon III mengadakan pameran besar di Paris. Dalam rangka pameran tersebut Henry Dunant menerima penghargaan berupa medali emas, dan Dunant diangkat oleh beberapa Negara di Eropa sebagai Ketua Palang Merah. Tahun 1901 Henry Dunant mendapat hadiah Nobel untuk perdamaian dunia. Dunant meninggal dalam usia 82 tahun, pada hari minggu tanggal 30 Oktober 1910 di Desa Appernzeller Heiden dan dimakamkan di Zurich.

 

RIWAYAT HIDUP ANGGOTA KOMITE LIMA.

 

Henry DufourHenry Dufour pertama kali memasuki dinas kestentaraan yang akan dijalani seumur hidupnya pada tahun 1810, direkrut sebagai tentara Perancis Lima tahun sebelum Napoleon mangalami kekalahan di Waterloo. Dufour lahir di Costance pada tahun 1787. Ia mengalami luka pada tahun 1813 dan diobati di sebuah tahanan militer Inggris. Insinyur Sipil lulusan Encole Polytechnique Paris ini menghabiskan waktunya untuk membangun rel kereta api, jembatan dan perumahan.Swiss pada waktu itu belum membentuk konfederasi dan Dufour memainkan peran kunci dalam kampanye tentara Swiss untuk berjuang bagi sebuah negara bersatu. Pada tahun 1830, ia mengajukan khusus bagi bendera federal yang kemudian menjadi bendera negara tersebut dan sangat terkenal, Palang putih diatas dasar merah. Dufour, seorang Jendral menjadi kepala Staff tentara Swiss pada saat huru-hara seperti revolusi, perang kemerdekaan dan guncangan akibat pergantian rezim yang terjadi di seluruh Eropa. Namun ia adalah politisi yang sangat dihirmati. Pada awal tahun 1860-an ia bertemu Henry Dunant dan membantunya untuk mendirikan Palang Merah.b. Gustave Moynier

 

Gustave Moynier sangat tertarik dengan bukunya Henrdy Dunant, “A Memory of Solferino”. Dua orang tersebut bertemu dan gabungkan gagasan. Mereka memainkan peran penting dalam pembentukan palang Merah.Moynier lahir pada tahun 1928, lulusan Sarjana Hukum di Jenewa dan Perancis. Menjadi seorang Pilantropis dan pembela hak-hak kemanusiaan dan sosial. Beliau menjadi Presiden dari ICRC sejak awal berdiri selama 46 tahun. Moynier dianggap sebagai arsitek utama organisasi.Pada tahun 1873, Moynier membantu pembentukan Institute of International Law di Jenewa yang kemudian dianggap sebagai tokoh pembela hak azasi manusia. Moynier sadar akan kabutuhan prioritas penyebaran makna hak azasi manusia secara luas.c.Dr. Theodore MounoirDr. Theodore Mounoir, seorang pendiri dan anggota Gerakan Palang Merah. Lahir di Jenewa pada tahu 1806 dan belajar kedokteran di Inggris dan Perancis. Dia menjadi ahli bedah dan anggota dari Dewan Kesehatan pada Komisi Kesehatan Lingkungan dan Kebersihan Masyarakat Jenewa. Talleyrand seorang Diplomat terkenal melihat bakat Mounoir dalam dunia diplomasi namun gagal membujuknya karena ia lebih memilih kedokteran.Mounoir adalah teman Louis Appia, seorang pendiri Palang Merah seperti dirinya.

 

Buku Sejarah ICRC ‘From Solferino to Tushima’ karya Pierre Boissier menggambarkan Mounoir sebagai seorang yang memiliki kualitas tinggi. Selain cerdas dia juga tampan, dan isi surat-suratnya mencerminkan ia mempunyai rasa humor yang tinggi.Pemikirannya yang jelas dan akurat sangat membantu Dunant, Dufour, Moynier, dan Appia untuk mendirikan sebuah organisasi yang kemudian menjadi sebuah gerakan sukarela terbesar di dunia.

 

Sampai dengan kematiannya pada tahu 1819, ia selalu disosialisasikan dengan ICRC.d. Dr. Louis AppiaDr. Louis Appia, Lahir pada tahun 1818 di Frankfurt dan memperoleh gelar Dokter di Heidelberg pada tahun 1843. Appia menaruh minat khusus pada perkembangan teknik bedah terhadap korban perang.Pada tahun 1859, pada suatu konflik, Appia memobilisasi sumber daya dan bantuan dana untuk menolong mereka yang terluka dan beliau sendiri bekerja di rumah sakit lapangan. Kerja sukarela untuk misi-misi seperti itu adalah bagian penting dari hidupnya.Dua tahun kemudian Appia diangkat sebagai Medical Society di Jenewa. Kamudian pada tahun 1863 beliau diminta untuk bekerja didalam sebuah komisi yang membahas gagasan Henry Dunant bagi peningkatan kondisi tentara – tentara yang terluka di medan perang. Komisi ini kemudian menjadi ICRC.

 

Pada bulan Oktober 1863, Appia menyarankan agar para sukarelawan di zona perang seharusnya memakai pita lengan putih untuk mengidentifikasi mereka. Jendral Dufour kemudian menyarankan agar semua tanda pita lengan Palang Merah saja yang digunakan.

 

HUKUM PRIKEMANUSIAAN INTERNASIONAL

Apa yang dimaksud dengan Hukum Prikemanuusiaan Internasional ?Hukum Prikemanuusiaan Internasional adalah seperangkat aturan yang karena alasan kemanusiaan dibuat untuk membatasi akibat-akibat dari pertikaian bersenjata. Hukum ini melindungi mereka yang tidak atau tidak lagi terlibat dalam pertikaian dan membatasi cara-cara dan metode peperangan. Hukum Prikemanuusiaan Internasional adalah istilah yang digunakan oleh Palang Merah Indonesia untuk Hukum Humaniter Internasional (International Humanitarian Law).

 

Istilah lain dari Hukum Humaniter Internasional ini adalah “Hukum Perang” (Law Of War) dan “Hukum Konflik Bersenjata” (Law of Armed Conflict). Dari mana asalnya Hukum Prikemanuusiaan Internasional ?

Hukum Prikemanuusiaan Internasional ADALAH BAGIAN DARI HUKUM INTERNASIONAL. Hukum Internasional adalah hukum yang mengatur hubungan antar negara.

Hukum Internasional dapat ditemui dalam perjanjian-perjanjian yang disepakti antara negara-negara sering disebut traktat atau konvensi dan secara prinsip dan praktis negara menerimanya sebagai kewajiban hukum. Dalam sejarahnya Hukum Prikemanuusiaan Internasional dapat ditemukan dalam aturan-aturan keagamaan dan kebudayaan di seluruh dunia. Perkembangan modern dari hukum tersebut dimulai pada abad ke-19. Sejak itu, negara-negara telah setuju untuk menyusun aturan-aturan praktis, berdasarkan pengalaman pahit atas peperangan modern. Hukum ini mewakili suatu keseimbangan antara tuntutan kemanusiaan dan kebutuhan militer dari negara-negara. Seiring dengan berkembangnya komunitas internasional sejumlah negara di seluruh dunia telah memberikan sumbangan atas perkembangan Hukum Prikemanuusiaan Internasional. Dewasa ini Hukum Prikemanuusiaan Internasional diakui sebagai suatu sistem hukum yang benar-benar universal.

Dimana Hukum Prikemanuusiaan Internasional dapat ditemukan ?Sebagian besar dari Hukum Prikemanuusiaan Internasional ditemukan dalam empat Konvensi Jenewa tahun 1949.

 

  • Konvensi Jenewa I : Perbaikan keadaan anggota angkatan bersenjata yang terluka dan sakit di medan pertempuran darat.
  • Konvensi Jenewa II : Perbaikan keadaan anggota angkatan bersenjata yang terluka, sakit serta korban kapal karam di laut.
  • Konvensi Jenewa III : Perlakuan terhadap tawanan perang.
  • Konvensi Jenewa IV : Perlindungan bagi penduduk sipil di masa perang.Hampir setiap negara di dunia telah sepakat untuk meningkatkan dari pada konvensi itu. Konvensi-koncensi jenewa 1949 telah dikembangkan dan dilengkapi dengan dua perjanjian lanjutan yaitu Protokol-protokol tambahan tahun 1977.

 

Protokol Tambahan I : Perlindungan korban pertikaian bersenjata internasional.

Protokol Tambahan II : Perlindungan korban pertikaian bersenjata non internasional.Ada juga beberapa perjanjian internasional yang melarang penggunaan senjata-senjata tertentu dan taktik militer. Perjanjian ini termasuk Konvensi Den Haag tahun 1907, Konvensi senjata biologi tahun 1972, Konvensi Senjata Konvensional tahun 1980 dan Konvensi Senjata Kimia tahun 1993. Konvensi Den Haag tahun 1954 mengatur perlindungan bangunan dan benda sejarah selama pertikaian bersenjata. Banyak aturan Hukum Prikemanusiaan Internasional yang sekarang diterima sebagai hukum kebiasaan internasional yang berarti telah menjadi aturan umum yang diterapkan di semua negara.

 

Apa cakupan Hukum Prikemanusiaan Internasional ?Ada dua bahasan yang menjadi cakupan HPI, yaitu :

  1. Perlindungan atas mereka yang tidak dan tidak lagi mengambil bagian dalam suatu pertikaian.
  2. Batasan-batasan atas sarana peperangan, khususnya persenjataan dan metode atau cara-cara peperangan seperti taktik-taktik militer.

 

Apa yang dimaksud dengan Perlindungan ?Hukum Prikemanusiaan Internasional melindungi mereka yang tidak ambil bagian atau tidak terlibat dalam pertikaian yaitu seperti waga sipil serta petugas medis dan rohani. Hukum Prikemanusiaan juga melindungi mereka yang tidak lagi ambil bagian dalam pertikaian seperti mereka yang telah terluka atau korban kapal karam, mereka yang sakit atau mereka yang telah dijadikan tawanan.Orang yang dilindungi tidak oleh diserang. Mereka harus bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan martabat. Korban yang luka dan sakit harus dikumpulkan dan dirawat. Aturan-aturan yang terinci, termsuk penyediaan maknan serta tempat berteduh yang layak dan jaminan hukum, berlaku bagi mereka yang telah dijadikan tawanan atau mengalami penahanan.Tempat-tempat dan objek-objek tertentu seperti rumah sakit dan ambulans, juga dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran penyerangan. HPI menetapkan sejumlah lambang-lambang yang dapat dikenali dengan jelas dan sinyal-sinyal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang dan tempat-tempat yang dilindungi.

 

Lambang-lambang ini termasuk Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.Persenjataan dan taktik-taktik apa saja yang dibatasi ?Hukum Prikemanusiaan Internasional melarang segala sarana dan cara-cara peperangan yang :

 Gagal membedakan antara mereka yang terlibat dalam pertikaian dan mereka seperti warga sipil, yang tidak terlibat dalam pertikaian.

 Menyebabkan luka-luka yang berlebihan atau penderitaan yang tidak semestinya.

 Menyebabkan kerusakan lingkungan yang berkepanjangan atau sangat parah.Hukum Prikemanusiaan Internasional juga telah melarang penggunaan berbagai jenis persenjataan tertentu termasuk peluru ledak, senjata kimia dan biologi serta senjata “laser-blinding weapon”.Kapan Hukum Prikemanusiaan Internasional berlaku ?Hukum Prikemanusiaan Internasional hanya berlaku pada saat terjadi pertikaian bersenjata. Hukum tersebut tidak dapat diterapkan pada kekacauan dalam negeri seperti tindakan-tindakan kekerasan yang terisolasi.

 

Hukum Prikemanusiaan Internasional juga tidak mengatur apakah suatu negara dapat menggunakan kekuatan (militernya) karena hal ini diatur oleh aturan berbeda (namun sama pentingnya) yaitu hukum internsional yang terdapat dalam Piagam PBB. Hukum Prikemanusiaan Internasional hanya berlaku pada saat suatu konflik dimulai dan berlaku sama kepada semua pihak tanpa memandang siapa yang memulai pertikaian.Hukum Prikemanusiaan Internasional membedakan antara pertikaian bersenjata internasional dan pertikaian bersenjata internal (dalam negeri). Pertikaian bersenjata internasional adalah pertikaian yang sedikitnya melibatkan dua negara. Pertikaian seperti itu tunduk pada aturan yang yang lebih luas termasuk diatur dalam empat Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan pertama.

 

Aturan yang lebih terbatas berlaku bagi pertikaian bersenjata internal – khususnya yang ditetapkan dalam pasal 3 dari setiap ke-empat Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan kedua. Namun didalam pertikaian bersenjata internasional, semua pihak harus mematuhi Hukum Prikemanusiaan Internasional.Adalah penting untuk membedakan antara Hukum Prikemanusiaan Internasional dengan hukum Hak Asasi Manusia. Meski beberapa aturan dari keduanya ada yang sama, kedua hukum ini telah berkembang secara terpisah dan terdapat dalam perjanjian yang berbeda. Secara khusus hukum hak asasi manusia, tidak seperti Hukum Prikemanusiaan Internasional, berlaku pada masa damai dan banyak aturannya mungkin ditangguhkan selama suatu pertikaian bersenjata berlangsung.

 

 

 

PRINSIP-PRINSIP PALANG MERAH

  • Kemanusiaan : Palang Merah didirikan berdasarkan keingina memberi pertolongan tanpa pembedaan kepada yang terluka di dalam pertempuran berupaya dalam kemampuan bangsa atau antar bangsa. Mencegah dan mengatasi penderitaan manusia dimanapun. Tujuannya adalah melindungi kehidupan, kesehatan, serta menjamin martabat manusia. Palang Merah menumbuhkan pengertian, persahabatan, kerjasama, dan mengekalkan perdamaian sesama manusia.
  • Kesamaan : Palang Merah tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, kepercayaan, atau pandangan politik. Tujuannya hanyalah mengurangi penderitaan dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.
  • Kenetralan : Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, Palang Merah sekali-kali tidak memiliki atau melibatkan diri di dalam pertentangan politik, kesukuan, kepercayaan, atau ideologi.
  • Kemandirian : Palang Merah bersifat mandiri. Perhimpunan nasional sebagai pengabdian kemanusiaan, disamping harus mentaati peraturan negara, hendaknya selalu menjaga otonominya dan senantiasa bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip Palang Merah.
  • Kesukarelaan : Palang Merah adalah lembaga bantuan sukarela dan tidak didasari untuk mencari keuntungan.
  • Kesatuan : Di dalam suatu negara hendaknya ada satu perhimpunan Palang Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan
  • Kesemestaan : Palang Merah adalah lembaga dunia dan setiap perhimpunan yang menjadi anggotanya mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong manusia.

 

 

Berawal dari upaya HENRY DUNANT, yang termotivasi atas banyaknya korban yang diakibatkan peperangan, maka ia mengusulkan dibuatnya semacam aturan main yang mengatur perlindungan masyarakat sipil dan para tawanan perang dari akibat-akibat perang.

Konvensi Jenewa mencakup empat piagam. Isinya berupa seperangkat aturan standart bagi hukum internasional yang berkaitan dengan perlindungan terhadap hak-hak dasar manusia.

 

 

  1. Konvensi Jenewa I ditujukan sebagai perbaikan kondisi bagi orang-orang yang terluka dan sakit di medan konvensi ini diadopsi pertama kali tahun 1864, lalu direvisi pada tahun 1949.
  2. Konvensi Jenewa II ditujukan sebagai perbaikan kondisi bagi orang-orang yang terluka, sakit, dan menjadi korban kecelakaan kapal di laut.konvensi ini diadopsi pertama kali tahun 1949.
  3. Konvensi Jenewa III menyangkut perlakuan bagi tawanan perang. konvensi ini diadopsi tahun 1929, dan direvisi pada 1949.
  4. Konvensi Jenewa IV menyangkut perlindungan bagi masyarakat sipil pada waktu perang. konvensi ini diadopsi pada tahun 1949.
  5. Protokol I (tahun 1977), protokol tambahan yang berhubungan dengan perlindungan bagi korban akibat konflik militer internasional.
  6. Protokol II (tahun 1977), protokol tambahan yang berhubungan dengan perlindungan bagi korban akibat konflik militer yang bukan berskala internasional.
  7. Protokol III (tahun 2005), protokol tambahan yang berhubungan dengan diterimanya klausul-klausul khusus menyangkut perkembangan dari berbagai konflik yang ada di dunia.

 

Sekitar 200 negara telah menandatangani dan meratifikasi Konvensi Jenewa. Namun masih banyak negara yang belum meratifikasi protokol tambahan Konvensi Jenewa, termasuk AS.

 

PMR SMA negeri 3 Jember adalah suatu organisasi social kemanusiaan yang berada didalam lingkungan SMA negeri 3 jember.

Kami para siswa – siswi PMR SMA Negeri 3 jember mempunyai semangat kerelawanan dan kepedulian yang tinggi terhadap tugas-tugas kemanusiaan

 

PERAWATAN KELUARGA

 

  1. Pengertian dan dasar-dasar

Pengertian

Perawatan: mendampingi dan menangani orang sakit serat menyenangkannya sehingga dapat mendorongnya menuju kesenbuhan yang menyeluruh.

Keluarga: meliputi ibu, bapak, anak maupun mereka yang tinggal serumah dan termasuk pula tetangga terdekat.

Perawatan keluarga: perawatan yang dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga dengan memakai peralatan yang sederhana.

 

Tujuan, Sasaran dan Fungsi Perawatan Keluarga

Tujuan Perawatan Keluarga: meringankan penderitaan si sakit, menunjang upaya penyembuhan, memperkecil penularan penyakit, memberi kesempatan anak dan bayi untuk hidup sehat, mendidik dan membiasakan keluarga untuk hidup sehat.

Sasaran Perawatan Keluarga: setiap penderita yang sudah memenuhi syarat untuk dirawat di rumah, serta bayi dan anak yang belum terawat dengan baik.

Fungsi Perawatan Keluarga: pengamatan penderita, tindakan perawatan, tindakan pengobatan, pencatatan, penyuluhan kesehatan.

 

Dalam penyelenggaraan Perawatan Keluarga menggunakan metode perawatan dasar, metode pengobatan sederhana, dan administrasi sederhana.

Penderita yang rawan dan lebih diutamakan dalam perawatan keluarga biasanya wanita, balita dan manula.

 

Pelaku Perawatan Keluarga

Mereka yang mampu menyelenggarakan kegiatan Perawatan Keluarga dapat digolongkan menjadi: tenaga profesional (dokter,perawat), tenaga semi profesional (pembantu perawat, KSR), tenaga awam (PMR,masyarakat)

 

 

Sebelum dipercaya bekerja sebagai pelaku Perawatan Keluarga maka tenaga semiprofesional dan awam perlu diDIKLAT sehingga memiliki perilaku: bertindak tenang, tepat dan bertanggung jawab, setiap tindakan selalu didasarkan pada apa yang telah dipelajari, tidak membicarakan keadaan penderita dengan orang lain, berupaya mencegah penderitaan si sakit, memberikan penyuluhan sederhana pada keluarga dan penderita, terus menuntut ilmu sehingga semakin terampil dalam bidang Perawatan Keluarga.

 

Peralatan Perawatan Keluarga

Ü  Semua alat yang biasa terdapat dalam rumah tangga: obat pertolongan pertama, celemak,   alat kompres panas dan dingin.

Ü  Yang perlu dipersiapkan alat pengukur suhu (termometer)

Ü  Improvisasi; setiap pelaku Perawatan Keluarga seharusnya dapat menyediakan segala keperluan dengan improvisasi (tempat sampah improvisasi).

 

Prinsip pokok Perawatan Keluarga

  1. Pelaku aman dari penyebaran penyakit
  2. Kumpulkan sebanyak mungkin data penderita
  3. Rencanakan tindakan Perawatan Keluarga dengan memperhatikan: lingkungan penderita (tempat tidur, kamar mandi, WC), keperluan/kebutuhan penderita (istirahat, makan/minum , obat), kebutuhan penyuluhan, kemungkinan perlu rujukan ke Puskesmas.
  4. Lakukan tindakan Perawatan Keluarga sesuai dengan rencana
  5. Buat catatan sederhana
  6. Selalu bekerja sama dengan petugas kesehatan terdekat

 

Persiapan sebelum merawat orang sakit

Mencuci tangan

  1. Suatu keharusan bagi setiap perawat termasuk keluarga, yang perlu dilakukan: sebelum dan sesudah merawat orang sakit, sesudah memegang benda kotor atau binatang, sesudah buang air besar/kecil.
  2. Tujuan: membersihkan tangan dari segala kotoran, menjaga kesehatan pelaku, mencegah penularan penyakit, melatih suatu kebiasaan yang baik.
  3. Peralatan: jika tidak ada air ledeng dapat menggunakan ceret/kendi tetapi diperlukan ember kosong untuk menampung air kotor, atau menggunakan 2 baskom (1 untuk mencuci/menyabun dan 1 untuk membilas), sabun dan tempatnya, sebuah sikat tangan, sebuah handuk dan serbet.

 

  1. Pelaksanaan:
  2. Lepaskan semua perhiasan di tangan (cincin, gelang)
  3. Buka kran air atau siraman air dari ceret
  4. Gosok putaran air dengan sabun kemudian bilas
  5. Basahi tangan sampai pada siku dan sabuni hingga berbusa (bila perlu dengan sikat tangan) dimulai dari telapak tangan, sela-sela jari, kuku, punggung tangan, pergelangan tangan/lengan sampai siku
  6. Sabun disiram air terlebih dahulu sebelum diletakkan pada tempatnya
  7. Bilas tangan sampai bersih
  8. Tutup kran
  9. Keringkan kedua tangan dengan handuk/serbet

 

Celemek

Celemek adalah suatu bentuk kain untuk menutup pakaian pelaku PK pada waktu menolong dan merawat si sakit tanpa mengganggu gerak si pelaku.

Tujuan: melindungi pakaian pelaku dari kotoran dan mencegah penularan.

 

 

 

KETRAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

PENDAHULUAN

  1. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :
  2. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka
  3. Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain
  4. Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat
  5. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :
  6. Berhenti bernafas
  7. Pendarahan parah
  8. Shok
  9. Patah tulang
  10. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.

MATERI POKOK

  1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
  2. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas

Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan.

Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.

Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :

1) Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas

2) Rahang ditarik sampai mulut terbuka

3) Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.

4) Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :

  1. a) Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.
  2. b) Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit
  3. P3K bagi korban Sengatan Listrik

1) Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering

2) Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban

3) Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

  1. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah

1) Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti.

Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika.

Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.

2) Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.

3) Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

  1. Pertolongan Pertama Mengurangi Shok

1) Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

2) Tanda-tanda Shok

  1. a) Denyut nadi cepat tapi lemah
  2. b) Merasa lemas
  3. c) Muka pucat
  4. d) Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil
  5. e) Merasa haus
  6. f) Merasa mual
  7. g) Nafas tidak teratur
  8. h) Tekanan darah sangat rendah

3) Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :

  1. a) Menghentikan pendarahan
  2. b) Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas
  3. c) Memberi nafas buatan
  4. d) Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

4) Langkah – langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :

  1. a) Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak.

Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.

  1. b) Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin
  2. c) Usahakan pasien tidak melihat lukanya
  3. d) Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :

– 1 sendok teh garam dapur

– ½ sendok teh tepung soda kue

– 4-5 gelas air

– dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh

  1. e) perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.
  2. f) Cepat-cepat panggil dokter

 

TALI TEMALI

Pendahuluan

Salah satu peralatan vital yang digunakan dalam kegiatan Manjat Tebing dan penelusuran gua adalah Tali. Ada ungkapan yang sering kita dengar dari penggiat Rock Climbing & penelusuran gua adalah “ Tali Adalah Hidupmu “. Ini bukan hanya sekedar ungkapan, tetapi pasti lahir dari pendalaman atau penghayatan yang dalam terhadap bagaimana tali menjadi sesuatu yang sangat penting, dimana kita menggantungkan nyawa yang kita miliki dengan penuh keyakinan pada seutas tali. Keyakinan kita tentunya didasari karena pengetahuan yang kita miliki tentang tali yang didesain khusus untuk kegiatan kita.

Tali adalah untaian serat panjang yang terbuat dari berbagai bahan yang berfungsi untuk mengikat, menarik, menjerat, menambat, menggantung dsb. Secara etimologi, tali-temali dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan fungsi dan kegunaan tali.

Tali pada mulanya berasal dari akar-akar pohon. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan manusia, tali juga mengalami perkembangan, khususnya dalam hal bahan dan konstruksinya. Jika tali pada mulanya hanya berupa akar-akar pohon, maka selanjutnya manusia menciptakan tali dari anyaman serat alam dengan menggunakan peralatan tenun yang masih sederhana. Serat alam yang digunakan kebanyakan dari ijuk atau rambut dan serat alam lainnya seperti kapas, wol, sutera, serta-serat tumbuhan yang lain.

Sayangnya, tali yang terbuat dari serat alam tersebut masih memiliki keterbatasan, yakni serat alam mudah mengalami pembusukan dan penyusutan sehingga tidak bertahan lama. Hal ini tentunya memaksa manusia untuk mencari alternatif tali yang bagus, dan karena tuntutan kebutuhan akan tali yang semakin meningkat, maka terciptalah tali yang terbuat dari bahan sintetis, yang memiliki daya tahan yang lebih lama dan lebih kuat dari tali yang terbuat dari serat alam. Tali ini pertama kali diperkenalkan oleh W.H. Carothers, seorang ahli kimia dan di produksi oleh E.I. du Pont de Memors and Co. pada tahun 1938.

Bahan tali

Tali menurut bahannya terdiri atas dua jenis, yaitu tali yang terbuat dari serat alam dan tali yang terbuat dari serat sintetis. Tali yang terbuat dari serat alam seperti rami (hemp), manila, sisal, dsb. Sedangkan tali jenis serat sintetis adalah sbb:

  1. Nylon

Nylon adalah nama sebuah zat kimia dari gugusan polyamida. Terdiri atas dua jenis, yaitu Nilon 6 dan Nylon 6.6. Keduanya memiliki sifat yang hampir sama. Nylon 6 memiliki sejumlah nama sesuai dengan tempat pembuatannya, seperti perlon di Perancis, enkalor di Jepang, dan grilon di Swiss. Nylon 6 ini memiliki titik lebur 2150C – 2200C. Nylon t 6.6 terdiri atas dua jenis, yakni Type 707 digunakan pada Bluewater II dan Type Super 707 digunakan pada Bluewater III. Nylon 6.6 ini memiliki titik lebur 2600C. Nylon 6 memiliki Daya Renggang (Stretch Ressistance), Daya Tahan Abrasi (Abbration Ressistance), serta daya tahan matahari yang lebih bagus dibanding Nylon 6.6.0

  1. Polyolefin

Polypropylene dan Polyethylene adalah dua jenis Polyyolefin yang memiliki sifat yang dapat mengapung dan tidak menyerap air. Oleh karena itu kedua jenis bahan ini cocok untuk kegiatan yang banyak berhubungan dengan air. Disamping itu tahan terhadap zat-zat asam. Namun demikian tali dari bahan ini tidak cocok untuk kegiatan Rappling dan Prusiking. Polypropylene memiliki titik lebur yang tinggi (1650C) dibanding Polyethylene (1100C – 1200C).

  1. Polyester

Tali dari bahan ini biasanya terbuat dari Dacron dan Terylene. Kedua bahan ini sebenarnya hampir sama dengan Nylon, namun Terylene memiliki daya tahan sentakan yang lebih rendah dibanding Nylon. Terylene memiliki daya tahan terhadap asam dan alkalis serta memiliki daya tahan abrasi yang bagus.

  1. Serat Campuran (Copolymer)

Mengingat serat-serat sintetis yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan, maka dengan cara mencampurkan kedua bahan yang berbeda akan menghasilkan jenis tali yang berkualitas sesuai dengan yang diinginkan. Campuran yang sering dilakukan adalah kombinasi antara Polyester dengan Polyprophylene.

  1. Serat Kwalitas Tinggi (High Performance Fibers)

– KevlarSerat Kevlar merupakan bahan tali yang memiliki daya tahan pada suhu yang tinggi (8000F atau 4270C) dan memiliki kekuatan tuju kali kekuatan baja. Namundemikian, serat ini tidak than terhadap UV dan beberapa bahan kimia. Kevlar mudah putus jika dibengkokkan, seperti dibuat simpul karena kurang mampu menyerap tekanan longitudinal.

– SpectraBahan spectra memiliki kekuatan sampai sepuluh kali kekuatan baja. Tali atau webbing yang terbuat dari bahan ini disebut SPECTRA. Keuntungan dari serat ini adalah tidak mudah meyerap air (mudah terapung), memiliki daya tahan abrasi yang bagus, serta tahan terhadap UV dan bahan kimia. Namun, bahan spectra tidak lentur, tidka kuat jika disimpul, dan memiliki titik lebur yang rendah (1500F atau 660C).

– Liquid Crystal Polymers (LCPs)Serat ini merupakan serat yang sangat kuat terbuat dari Polymer Kristal cair. Bahan ini memiliki daya tahan terhadap suhu dan bahan kimia yang sangat tinggi.

Konstruksi Tali

  1. High-Stretch Kernmantle, tali yang mempunyai elongasi yang tinggi. Tali ini biasanya digunakan untuk Pemanjatan Tebing.
  2. Low-Stretch Kernmantle, jenis tali ini mempunyai Elongasi yang kecil dan digunakan untuk kegiatan penelusuran gua
  3. Webbing, tali ini adalah jenis tali pipih digunakan sebagai bahan Harness, Foot Loop, Cowstail dan dijadikan Sling untuk pemasangan Anchor.

Persyaratan Tali

Memilih tali yang baik digunakan dalam penelusuran Gua Vertical, harus memenuhi standar minimal dibawah ini :

  1. Konstruksinya adalah Kernmantle
  2. Breaking Strength, minimal 1500 kg
  3. Harus mampu menahan beban sentak minimal dua kali FF1 dengan beban 80 kg.
  4. Diameter tali 8 – 11mm
  5. Titik Leburnya mencapai 200° C

Diameter Tali

Tali yang sering digunakan berdiameter 3 – 13 mm. Untuk kegiatan Penelusuran Gua vertical tali yang digunakan berdiameter 8 – 11mm. 8 mm sangat baik digunakan untuk gua yang dalam karena ringan yang tentunya memudahkan dalam packing dan membawanya, 9 -10 mm adalah ukuran tali yang standar untuk Caving dan tali 11 mm sangat baik untuk Rescue.

 

 

Kekuatan Tali

Untuk mengetahui kekuatan tali kita dapat melihatnya pada Catalog atau Manual Book dari tali tersebut. Biasanya tertulis Breaking Strength (Kekuatan Putus). Satuannya bisa dalam KN (Kilonewton) atau KG (Kilogram). 1 KN kalau dikilogramkan sebanyak 100 Kg. Ada juga yang namanya Numbers of Falls, yaitu berapa kali beban dijatuhkan hingga tali tersebut terputus. (Standarnya menggunakan FF1 dengan beban 80 Kg).

Setelah mengetahui breaking stengthnya yang penting juga harus diketahui adalah SWL (Safe Working Load) atau beban kerja yang aman. Umumnya menggunakan rumus Breaking Strength / 5, kalau penggunaan untuk manusia BS / 10 dan untuk Rescue BS / 15.

berikut ini table tentang Perbandingan kekuatan tali dengan berbagai ukuran diameter.

Diameter Elongasi 80 kg ( % ) Kekuatan ( kg ) Jumlah Jatuh

FF1 80 kg,jarak 1m

11 1,25 3000 10+
10 2 2500 8 – 20+
9 3 1800 3 – 10+
8 4 1500 2 – 3
7 4 1000 0 – 2
Webbing solid 25 mm 1500 – 2400
Webbing tubular 25 mm 1800 – 2250

Table Perbandingan Kekuatan Tali

Hal yang harus diperhatikan adalah pengurangan kekuatan tali. Ada berapa hal yang bisa mengurangi kekuatan tali yaitu :

– ketika dibuat simpul pada tali, maka pada saat itu pula terjadi pengurangan kekuatan. Pengurangan ini tidak permanen. Hanya pada saat ada simpul tersebut, yaitu disebabkan oleh tegangan dan tekanan yang terjadi pada tali akibat simpul yang dibuat.

– Tali dalam keadaan basah. Tali yang basah bisa berkurang kekuatnnya sampai 35%.

Usia Kering / Basah Jumlah Jatuh

FF1 beban 80 kg Jarak 1 m

Baru Kering 41
Baru Basah 25
4,5 tahun Kering 4
4,5 tahun Basah 4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pengenalan  Alam &  Medan

Materi ini berisikan bagaimana kita mempelajari situasi dan kondisi suatu medan/ lokasi yang menjadi tujuan dari sebuah kegiatan.

 

  1. Perlengkapan& Perbekalan

Untuk memulai suatu kegiatan maka diperlukan pengetahuan tentang perlengkapan dan perbekalan apa saja yang diperlukan untuk berkegiatan dialam terbuka. Didalam materi inilah kita bisa mengetahuinya.

 

  1. Pengolahan Data penelitian

Suatu kegiatan dialam bebas pasti memiliki tujuan tersendiri, diantaranya untuk penelitian flora dan fauna maupun penelitian sosial budaya. Untuk menghasilkan laporan yang baik, maka diperlukan sebuah teknik penulisan laporan.

 

  1. Ilmu  Medan & Penaksiran

Mempelajari teknik pengetahuan tentang keadaan cuaca dan bagaimana menaksir suatu medan. Berupa tinggi tebing, lebar sungai, lama perjalanan dll.

 

  1. Botani & Zoologi Praktis

Pengetahuan tentang jenis tumbuhan  dan hewan yang bisa dikonsumsi pada saat kita berada di rimba.

 

  1. Perencanaan Perjalanan

Suatu perjalanan yang baik memerlukan perencanaan yang matang dan terkordinasi. Untuk itu materi ini sangat diperlukan bagi seorang petualang.

 

  1. Tali-Temali

Mempelajari teknik simpul, tambatan, rappeling, dll.

 

  1. Navigasi

Pengetahuan tentang suatu medan melalui peta topografi, kompas, teknik menentukan posisi didalam peta dengan resection, dll.

 

  1. Survival

Bila seorang petualang menghadapi situasi kritis seperti hilang atau tersesat di gunung hutan, maka tindakan apa saja yang diperlukan orang tersebut untuk bertahan hidup.

 

  1. Medic

Mempelajari teknik mengatasi gangguan kesehatan dan merawat korban pada saat berkegitan dialam bebas

 

  1. SAR

Tindakan apa saja yang diperlukan oleh tim penyelamat untuk mencari dan mengevakuasi korban yang hilang atau tersesat di gunung hutan.

 

———————–

 

 

 

SIMPUL

 

Simpul adalah suatu bentukan tertentu (lilitan, tekukan) yang dibuat pada tali yang di fungsikan untuk menambatkan tali pada anchor, maupun untuk keperluan tertentu. Penegetahuan tentang simpul dan kemampuan membuat simpul dengan mudah dan cepat adalah bagian penting yang harus dimiliki seorang petualang. Menguasai dan memahami simpul yang penting saja (sering dipakai dan dapat digunakan pada saat emergency) jauh lebih baik dari pada hanya mengenal bermacam-macam simpul tanpa tahu fungsi dan kegunaannya.

Kriteria simpul yang baik adalah sebagai berikut :

  1. Mudah dibuat dan serba guna
  2. Mudah dilihat kebenaran lilitannya
  3. Aman, dengan ikatan/lilitan tidak bergerak dan bergeser ataupun bertumpuk saat dibebani
  4. mudah dilepas/diurai setelah dibebani
  5. Mengurangi kekuatan tali seminimal mungkin

Pada prinsipnya semua simpul mengurangi kekuatan tali pada tempat simpul yang dibuat, dengan alasan simpul tersebut mengakibatkan tali bertekuk-tekuk. Pada waktu tali diberi beban, pilinan disisi dalam tekukan simpul mendapat beban lebih banyak disbanding serat sisi luar tekukan simpul sehingga daerah tersebut menjadi lemah. Walaupun letak titik putus dari tali tidak bisa dipastikan. Berikut daftar simpul yang banyak digunakan.

 

 

CARA MERAWAT TALI

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tali :

  1. Tali yang baru dibeli harus dicuci terlebih dahulu agar sisa minyak dari pabrik dapat hilang dan lapisan luar dan dalam bias bersatu
  2. Untuk mencegah tali brodol/lepas pilinannya, ujung tali harus dirapatkan ( dengan dibakar )
  3. Hindari tali dari panas matahari yang berlebihan karena tali nilon akan meleleh pada suhu 215 0 C – 220 0 C
  4. Hindari gesekan tali dengan barang tajam dank eras dengan cara memoeri Rope Protektor
  5. Hindari tali dari zat-zat kimia seperti accu, asam baterray, dll
  6. Hindari turun dengan cara melompat dan menghentak tali karena dapat mengurangi daya tahan tali secara perlahan-lahan
  7. Jangan menginjak/menduduki tali karena tanah dan kotoran dapat masuk dan sukar untuk keluar yang dapat menyebabkan memutus tali sedikit demi sedikit.
  8. Lepaskan segala simpul secepat mungkin dari tali kerena simpul dapat mengurangi kekuatan tali secara perlahan
  9. Cucilah dengan air setelah dipakai dan jangan mempergunakan air panas, semakin dingin semakin baik
  10. Lakukanlah pemeriksaan tali sesering mungkin apalagi serat bagian dalam, dengan cara meraba tali sejengkal demi sejengkal apabila ada yang putus akan terasa dari diameter yang lebih besar.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s